Buat Para Jomblo yang Sedang Mencari Pasangan…

Saya tahu hidup ini memang tidak adil dalam banyak hal, termasuk dalam hal mencari pasangan. Di satu sisi, saya tak jarang melihat sejumlah orang yang bisa dengan mudah mendapatkan dan berganti-ganti kekasih. Sedangkan di sisi lainnya, tak sedikit juga yang bahkan belum pernah merasakan apa itu yang namanya pacaran.

Saya? Well, saya kebetulan berada di tengah-tengahnya. Saya bukan orang yang dapat dengan mudah mendapatkan dan gonta-ganti kekasih waktu saya masih lajang dulu namun saya juga sedikit beruntung karena saya sudah berpasangan selama 12 tahun dengan orang yang sama.

Saya menikah dengan istri saya di tahun 2008 setelah berpacaran selama 5 tahun. Tak jarang juga banyak kawan-kawan yang tidak ‘beruntung’ tadi bertanya pada saya, “gimana sih caranya punya pacar?”

jomblo-zilbest

Dengan tujuan itulah tulisan ini dibuat. Saya ingin berbagi beberapa hal yang bisa jadi berguna untuk Anda sedang mencari pasangan.

Sebelum lebih jauh, saya ingin meluruskan beberapa hal. Pertama, tulisan ini bukan ditujukan bagi mereka yang ingin bergonta-ganti pasangan atau bagi mereka yang ingin bermesraan dengan siapapun yang mereka inginkan.

Saya memahami proses berpasangan atau berpacaran sebagai sebuah proses belajar yang membutuhkan tanggung jawab dan komitmen. Jadi, jika hal itu berbeda dengan apa yang ada di benak Anda, maaf saya tidak bisa membantu.

happily-ever-after-zilbest

Kedua, saya bukan ‘expert‘ di bidang ini. Bahkan, faktanya, sebenarnya tidak ada yang benar-benar ‘expert‘ dalam soal berhubungan. Karena kenyataanya hubungan yang sempurna (yang happily ever after) itu hanya ada di dongeng-dongeng ala Disney. Jika itu juga harapan Anda membaca tulisan ini, maaf, saya juga tidak dapat membantu.

Tulisan ini hanyalah segelintir dari ide yang mungkin bisa Anda jadikan bahan pertimbangan pemikiran baru ketika berpasangan ataupun mencari pasangan.

Happy-Couple

Relationship is always Transactional

Satu hal yang saya percaya adalah berpasangan itu sebenarnya transaksional – layaknya transaksi bisnis.

Jangan terlalu negatif dulu dengan kata ‘transaksional’ tadi karena pada dasarnya transaksi itu sebenarnya tidak selalu banal dan dangkal. Bahkan sebenarnya konsep transaksi itu adalah hal yang menguntungkan kedua belah pihak karena menjembatani kebutuhan-kebutuhan yang berbeda.

Lalu dimana letak transaksi antara mereka yang berpasangan / berhubungan? Transaksinya ada di kita masing-masing sebagai individu sebagai komoditas.

transaksi-bisnis

Memandang diri sendiri sebagai komoditas itu tidak melulu seperti konsep penjaja seksualitas atau PSK karena sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita tawarkan / jual selain fisik semata – skill, logika berpikir, kedewasaan berperilaku, dan lain sebagainya.

Ijinkan saya bercerita tentang hubungan saya dengan istri saya sebagai contoh di sini.

Saya masih ingat betul ketika saya meyakinkan pacar saya kala itu:

“Aku tidak akan pernah bisa membelikan barang-barang mewah atau memberikan kekayaan material buat kamu. Aku juga bahkan tidak bisa berjanji bahwa aku bisa membuat kamu selalu bahagia. Tetapi, kalau kamu mencari seorang pasangan yang bisa mengajak kamu untuk belajar hal baru, apapun itu, setiap hari, aku yakin aku bisa memberikannya hal itu bahkan sampai kita tua nanti – selama kamu juga mau ikut belajar bersamaku setiap hari”

Yup, itulah perjanjian transaksi saya dengan istri saya yang masih berlaku sampai hari ini meski sudah belasan tahun kita bersama. Jujur saja, saya laki-laki yang mudah tergoda melihat kecantikan dan keseksian gadis atau wanita-wanita lain, namun sampai hari ini, saya masih yakin bahwa istri saya adalah rekan belajar yang paling kondusif, yang tidak dapat digantikan oleh orang lain.

Transaksi saya dengan istri saya mungkin dapat dijabarkan seperti ini, saya punya kemauan dan keinginan yang kuat untuk selalu belajar – itu yang saya jual dan tawarkan – dan saya mencari pasangan yang juga memiliki kecintaan yang sama besar untuk terus belajar, belajar apapun itu.

Jadi, bagi saya, hubungan itu sesederhana itu. Ada yang menawarkan kekayaan material untuk ditukar dengan paras molek. Ada juga yang sama-sama menginginkan paras fisik menarik dari kedua belah pihak.

marriage
credits to glasbergen.com

Saya kira selama kedua belah pihak jujur dan terus menghormati perjanjian awal transaksi, tidak ada yang bisa menyalahkan apapun alasan tiap-tiap pasangan menjalin hubungan.

Namun demikian, kalau boleh saya menyarankan, jangan menjual sesuatu yang tidak dapat bertahan lama. Misalnya, kalau kekayaan tadi milik orang tua Anda, bisakah Anda mempertahankannya dengan usaha sendiri? Jika tidak, jangan salahkan dia ketika pasangan Anda pergi saat Anda jatuh miskin.

Jika Anda menjual ketampanan atau kecantikan Anda, jangan juga salahkan dia ketika Anda tua dan keriput nantinya atau pasangan Anda menemukan yang lebih menarik parasnya dibanding Anda.

Sebenarnya hal inilah salah satu yang membuat ketidakadilan yang saya sebutkan di awal tulisan ini tadi. Faktanya, tidak semua orang itu tampan dan cantik. Mereka yang cantik dan tampan memiliki sarana marketing yang jauh lebih efektif karena nilai jualnya dapat dilihat pada pandangan pertama.

Namun demikian, saya percaya betul bahwa setiap orang itu pasti memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing. Sayangnya, banyak orang tidak menyadarinya ataupun menunjukkannya.

know-yourself-quotes

Know Yourself

So, menurut saya, langkah pertama Anda sebenarnya adalah coba mengenali diri Anda sendiri lebih jauh. Apakah yang jadi keunikan Anda? Dimana nilai jual yang Anda tawarkan? Apakah Anda pintar membuat orang tertawa, jago bisnis, atau punya logika yang sangat terasah?

Bagi saya pribadi, hal ini sangat penting bagi tiap-tiap orang, baik yang merasa tidak beruntung karena tidak berparas menarik ataupun yang memiliki ketampanan dan kecantikan karena Anda harus memiliki nilai jual lain yang faktor penyusutannya tidak sebesar aspek fisik.

Mengenali diri sendiri sebaik mungkin itu saya tahu memang tidak mudah. Tak jarang, hal ini membutuhkan waktu lama.

Saya sendiri juga terus selalu berusaha untuk berkawan dengan diri saya sendiri setiap hari – berkawan dengan diri sendiri yang saya maksud adalah tidak mengasihani diri, menyadari setiap tindakan, kesuksesan dan kegagalan, dan menetapkan target untuk kedepannya.

Namun saya percaya jika kita melakukannya, hal ini bisa berguna tidak hanya untuk kehidupan personal namun juga kehidupan profesional kita.

good-relationship
Credits: sarahcandersen.com

Pick your Poison

Langkah kedua, apakah yang Anda cari dari proses berhubungan? Hubungan seksual, teman curhat, rekan untuk mencapai kemakmuran materiil, atau kawan belajar seperti saya dan istri saya?

Tujuan berhubungan ini juga sangat penting karena dengan demikian Anda bisa mencari orang-orang yang memiliki tujuan yang sama (idealnya) ataupun menentukan kriteria utama yang harus dimiliki calon pasangan Anda.

Jangan serakah juga karena kenyataannya, pangeran tampan, baik hati, kaya raya, sholeh, jenius, berbodi six-pack, ataupun bidadari wangi, cantik, seksi, pintar, dan rajin menabung, itu hanya ada di dongeng.

Faktanya, meski tiap orang punya kelebihan, tiap-tiap orang tadi juga memiliki kekurangan yang tak kalah banyaknya.

prince charming

Salah satu hal yang membuat sejumlah orang tak memiliki pasangan karena tidak realistis juga alias Cinderella Complex. Tentukan satu atau dua hal yang benar-benar prinsipil untuk Anda dan berkompromilah untuk hal-hal sepele lainnya.

Satu kriteria utama saya adalah saya mencari wanita yang benar-benar bisa berpikir dan terbuka terhadap semua pemikiran – meski itu tidak sama dengan prinsipnya – namun, kriteria sekundernya, saya juga mau seorang wanita yang, paling tidak, tidak malu-maluin diajak ke pesta pernikahan nyahaha…

Selain itu, saya kira hal-hal lainnya adalah masalah sepele. Karena itulah, saya memilih istri saya.

Credits: everdayblues.net
Credits: everdayblues.net

Marketing and After Sales

Ketiga, tawarkanlah keunikan yang Anda miliki itu ke dambaan hati Anda. Jujur juga dengan apa yang Anda sukai darinya, apa yang Anda inginkan, dan kenapa harus si doi.

Nyatakan maksud Anda, buatlah perjanjian, dan ambil komitmen terhadap perjanjian awal tadi.

Tak jarang juga yang saya temukan adalah banyak orang malu untuk menyatakan cinta. Well, sebagus apapun sebuah produk, tanpa marketing, ia tidak akan laku di pasaran.

Pastikan betul Anda telah cukup detil dan juga jujur dalam mempresentasikan diri Anda.

Jika Anda tidak jujur dalam marketing, ya sama seperti produk, konsumen akan kecewa dan kehilangan kepercayaan.

Jika Anda tidak detil dalam menawarkan kelebihan, kemungkinan besar, mereka akan melirik produk lain yang lebih pintar memasarkan dirinya.

Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage. – Lao Tzu

Lalu bagaimana jika ditolak? Well, saya kira keputusan itu sepenuhnya di tangan Anda. Saya pribadi, jika saya yakin saya telah menawarkan diri saya dengan baik dan mereka tidak mau, ya sudah jangan dipaksakan. Saya tidak suka berpura-pura menjadi orang lain karena satu saat saya akan lelah.

Jika mereka memang tidak bisa menghargai keunikan dan kelebihan Anda, bukankah lebih baik mencari yang bisa memaknai Anda?

Tentu saja, Anda juga bisa investasi waktu lebih banyak untuk membuat dambaan hati Anda menghargai dan menginginkan nilai jual yang Anda tawarkan namun, ingat, hal itu belum tentu berhasil.

Jika Anda berpikir dia memang pantas untuk investasi lebih jauh, silahkan lanjutkan perjuangan Anda. Saya juga sebenarnya percaya bahwa perjuangan itu sebenarnya tidak akan berakhir sia-sia. Maksudnya, mungkin pada akhirnya Anda tetap tidak akan mendapatkan si doi namun ada pengalaman-pengalaman yang jauh lebih berharga yang tidak akan bisa Anda dapatkan dari proses yang lain.

Lalu bagaimana jika diterima? Well, selamat…! Namun jangan lupa untuk menghormati perkataan Anda sendiri di awal perjanjian. Anda bisa membaca artikel yang pernah saya tulis tentang hal ini.

find your soulmate

Finally

Akhirnya, saya memang sengaja menganalogikan proses berhubungan dengan transaksi bisnis karena dalam perspektif tertentu keduanya memang tak jauh berbeda. Cari tahu produk seperti apa yang Anda jual, tentukan harga yang diinginkan, dan pasarkan diri Anda.

Memang, saya tidak bisa menjamin tulisan ini akan langsung membuat Anda memiliki pasangan – saya kira tidak akan ada sebuah artikel yang bisa langsung membuat para jomblo langsung punya pasangan hidup – karena faktanya banyak proses hidup termasuk mencari pasangan, itu tidak akan pernah bisa direduksi jadi kata-kata, gambar, ataupun bentuk-bentuk verbal lainnya.

Mencari pasangan adalah sebuah proses belajar yang bisa jadi sangat menarik untuk dialami dan berguna ketika disadari.

Jakarta, 15 Mei 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.