Penjelasan Ending Avatar 2: The Way of Water, Siap Menyambut Avatar 3

Penjelasan Ending Avatar The Way of Water

Film Avatar 2 akhirnya rilis. Bagi yang sudah nonton namun bingung dengan endingnya, inilah penjelasan ending Avatar: The Way of Water.

Setelah 13 tahun lamanya, akhirnya film besutan James Cameron “Avatar” mendapatkan sekuel terbarunya di akhir tahun 2022 ini. Sekuel berjudul Avatar: The Way of Water ini berlatar 13 tahun setelah kejadian Avatar pertama dan kembali menceritakan perjalanan Jake Sully (diperankan oleh Sam Worthington) yang kini telah menjalin hubungan rumah tangga dengan Neytiri (diperankan oleh Zoe Saldana).

Mereka hidup damai dan bahagia bersama keempat anak mereka sambil memimpin Omaticaya alias klan hutan. Di sekuel ini, keluarga Jake diceritakan sedang mencari tempat tinggal baru di bawah laut Pandora bersama klan Metkayina yang dipimpin oleh Tonowari (diperankan oleh Cliff Curtis) dan Ronal (diperankan oleh Kate Winslet).

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Sayangnya, kehidupan damai itu tidak berlangsung lama karena RDA (Resource Development Administration) alias bangsa manusia kembali menyerang bangsa Na’vi untuik mengambil alih Pandora. Dan kini, RDA memiliki satu misi khusus, yaitu menangkap Jake Sully yang menjadi tokoh penting bangsa Na’vi.

Nah, sesuai judul dari artikel ini, bagi Anda yang telah menonton sekuel dari Avatar dan kesulitan mengikuti jalan ceritanya — kami akan menjawab beberapa kebingungan Anda dengan poin-poin penting yang terjadi di ending-nya.

Sebelum lanjut membaca, artikel ini mengandung spoiler dari film Avatar: The Way of Water — jadi bagi Anda yang belum menontonnya kami sarankan untuk langsung menutup artikel ini dan pergi ke bioskop terlebih dahulu. Atau mungkin Anda bisa membaca salah satu artikel kami tentang film adaptasi dari game God of War yang sedang digarap untuk Amazon Prime.

Tanpa basa-basi lebih lanjut, berikut adalah penjelasan ending Avatar: The Way of Water.

Siapa saja yang meninggal di Avatar: The Way of Water?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Pertanyaan paling umum pertama di semua film action nih, siapa saja sih yang mati di Avatar: The Way of Water? Meski ada banyak tokoh anonim yang kehilangan nyawanya pada pertarungan terakhir dari Avatar: The Way of Water, satu-satunya tokoh utama yang menjadi korban tragis adalah Neteyam, putra tertua Jake dan Neytiri.

Neteyam tertembak oleh pemimpin pasukan RDA (kaum manusia), Kolonel Miles Quaritch saat ia dan Lo’ak berupaya menyelamatkan Spider dari kapal RDA. Dan sayangnya, tak lama setelah itu — Neteyam meninggal karena luka-luka yang terlalu parah.

Apa yang terjadi pada Neteyam setelah ia meninggal?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Sesuai dengan tradisi Metkayina, keluarga Jake melakukan penguburan laut untuk Neteyam. Neteyam ditaruh di dasar laut dan badannya diserap oleh tanaman anemon. Seperti yang dikatakan oleh Tsireya di awal-awal film, “the way of water (jalannya air) tidak memiliki awal dan akhir,” dan penguburan air Neteyam menjadikannya satu dengan energi Pandora.

Apa yang terjadi pada keluarga Jake Sully setelah pertarungan?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Keluarga Sully yang masih hidup, yaitu Jake, Neytiri, Lo’ak, Kiri, dan Tuk bersama Spider akan pindah dari klan Metkayina. Seperti yang Jake ucapkan saat film berakhir, cara terbaik untuk melindungi keluarganya adalah dengan melawan daripada melarikan diri. Jadi, kemungkinan kita akan melihat mereka pulang ke hutan dan kembali memimpin klan Omaticaya untuk menghadapi RDA secara langsung.

Apa yang terjadi pada Kiri?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Sedikit rekap, Kiri merupakan putri dari avatar Dr. Grace Augustine dan ia diadopsi oleh Jake dan Neytiri setelah Grace kehilangan nyawanya di film Avatar pertama. Menariknya, Kiri memiliki kekuatan misterius yang tidak diketahui asalnya dari mana. Di awal-awal film, saat ia memegang “Metkayina Spirit Tree” atau pohon spiritual Metkayina, Kiri mengalami kejang.

Dan seorang ilmuwan manusia, Norm memberi tahu Jake menurutnya Kiri menderita epilepsi. Sebaliknya, Kiri mengatakan bahwa ia baru saja berhubungan dengan Eywa, seorang dewa Na’vi. Setelah itu, Kiri mampu mengendalikan satwa laut dengan pikirannya alias telepati untuk menyelamatkan keluarganya dan menyerang balik pasukan RDA. Tidak hanya itu, dia juga bisa menahan napas saat menyelam lebih lama dari saudara-saudaranya.

Apakah Kolonel Quaritch masih hidup?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Setelah pertarungan hebat antara Jake dan Quaritch di tengah kapal yang sedang tenggelam, Jake mencekik Quaritch hingga dia pingsan dan mulai tenggelam ke dasar laut bersama kapal. Namun, Spider menyelamatkannya dan menyeretnya keluar dari air. Setelah sadar, Quaritch langsung terbang dengan Ikran dan mungkin saja, kita akan melihatnya lagi di Avatar 3.

Bagaimana nasib kaum manusia?

Image Credit: 20th Century Studios – Disney

Kekalahan RDA di film Avatar pertama membuat mereka kembali lagi menyerang Pandora dengan maksud menjadikannya rumah baru bagi umat manusia, mengingat Bumi sudah tidak layak untuk dihuni. Mereka telah membangun kota di Pandora bernama Bridgehead, dengan tembok pertahanan agar tidak diserang oleh Na’vi. Semua manusia yang tinggal di kota itu menggunakan Amrita, sebuah zat berharga yang dipanen dari Talukun yang memberikan efek awet muda pada manusia.

Meskipun pasukan RDA yang menyerang keluarga Sully dan klan Metkayina telah dikalahkan pada pertarungan terakhir Avatar: The Way of Water, masih ada banyak pasukan militer yang bersiap di Bridgehead. Tentunya, pertarungan ini akan berlanjut di sekuel-sekuel berikutnya dari film Avatar yang telah dikonfirmasi oleh sang sutradara.

Nah itu dia tadi penjelasan ending Avatar: The Way of Water. Masih seputar Avatar, tahukah Anda serial animasi Avatar yang menceritakan tentang Aang, sang pengendali udara? Nah, meskipun serial animasi yang sering tayang di televisi nasional itu sudah terbit lebih awal empat tahun dari film Avatar besutan James Cameron, mereka terpaksa mengganti nama serial mereka akibat penamaan judul yang sama. Lebih lengkapnya bisa Anda baca di artikel satu ini.

Thio Sean

Thio Sean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.