3 Emulator Android Terbaik untuk Windows di 2016

Tahukah Anda bahwa di tahun 2016 ini ada 2 juta aplikasi Android yang telah dirilis? Nominal tersebut pun sebenarnya hanya dihitung dari aplikasi yang tersedia di Google Play Store, belum aplikasi-aplikasi lain yang tidak dimasukkan ke app store terbesar untuk platform Android ini.

Namun demikian, salah satu masalah terbesar dari platform gaming mobile itu ada di suplai daya. Sehebat apapun perangkat Anda dan sebanyak apapun game yang bisa dimainkan, hal itu tidak akan berarti jika perangkat gaming Anda kehabisan daya alias baterai.

Karena itulah saya ingin membagikan 3 Android emulator untuk platform Windows yang dapat memuaskan hasrat Anda bermain game-game Android tanpa perlu khawatir akan kehabisan daya.

Plus, dengan menggunakan emulator, Anda bisa melakukan pengujian, review, atau testing apapun itu, tanpa perlu khawatir akan mengganggu ponsel kesayangan Anda.

implosion

First Thing First

Sebelum kita masuk lebih jauh, saya ingin menjelaskan beberapa hal terlebih dahulu.

Pertama, saya sudah mencoba hampir semua Android emulator yang ada di Windows mulai dari Januari 2015 karena saat itu saya harus mencoba banyak game Android, mulai dari BlueStacks, AMIDuOS, NOX, Droid4X, Windroye, Andyroid, Genymotion, dan kawan-kawannya.

Jadi, dari pengalaman itulah saya menentukan 3 emulator Android terbaik di sini. Bisa saja, pengalaman ini subjektif namun, paling tidak, saya sudah merasakan sendiri bagaimana user experience dari hampir semua emulator-emulator yang ada sekarang ini.

Plus, sebagai tambahan kredibilitas saja, saya sudah memainkan belasan ribu game dari jaman NES (Nintendo Entertainment System) sampai Android dan telah menulis review game dan hardware selama lebih dari 5 tahun, dari tahun 2008.

asus gtx 780

Kedua, semua emulator yang pernah saya coba, saya install di PC saya dengan spesifikasi sebagai berikut:

CPU : Intel Core i5 750 (Overclocked @3,6GHz)

GPU : NVIDIA GeForce GTX 780

Memori : 8GB 1600MHz DDR3

Storage : HDD (Non SSD)

OS : Windows 7 Ultimate 64bit

Saya kira itu saja spesifikasi yang berpengaruh ke performa emulator Android. Mainboard, PSU, casing, ataupun mouse dan keyboard tidak akan berdampak banyak terhadap emulator Android.

Ketiga, saya memang sudah mencoba ribuan game Android namun ada satu game yang saya cobakan di semua emulator yang pernah saya install yang saya jadikan patokan, yaitu Marvel Future Fight (MFF) rilisan Netmarble.

MFF-Homescreen

Kebetulan saja, saya sudah memainkannya dari 2015 dan game ini cukup berat untuk dimainkan di ponsel saya, Asus Zenfone 5. Jadi, MFF saya jadikan benchmark untuk mengukur mulusnya performa 3D (OpenGL) dari tiap-tiap emulator.

This is the Verdict

1. Windroye 2.8.4

Dari belasan emulator Android yang ada sekarang ini, Windroye adalah yang paling mulus dalam hal framerate per second (fps) untuk MFF dan juga game-game lainnya.

Ia benar-benar stabil tanpa pernah turun dari angka 50 fps. Plus, ia juga yang paling ringan. Saya bahkan bisa mengeset setting sistemnya dengan 1 CPU Core dan 2GB (2048MB) RAM untuk mendapatkan framerate mulus untuk sebagian besar game Android.

windroye-specs-setting

Jika dibandingkan dengan emulator lain, saya biasanya harus mengeset emulator lain tadi dengan 2 CPU Core ataupun RAM lebih dari 2GB agar mulus performanya.

Plus, ia juga menawarkan sistem Android penuh dengan launcher default. BlueStacks misalnya, tidak menawarkan sistem Android penuh jadi Anda tidak bisa mencoba-coba aplikasi-aplikasi Android yang terlalu kompleks – macam Lspeed atau launcher Android 3rd party seperti Nova Launcher.

Jadi, saya juga bisa menggunakannya untuk mencoba banyak apps, selain game, di Windroye.

Performanya yang begitu mulus dan stabil inilah yang membuat saya paling menyukai Windroye dari semua emulator lain yang ada – karena saya memang terbiasa bermain game di PC yang pantang main di bawah 50 fps! ^,^

Windroye-MFF-World-Boss

Oh iya, Windroye juga tidak ada iklan atau suka ‘usil’ instal-instal aplikasi pesanan sponsor macam BlueStacks. Anda bisa menggunakannya gratis-tis, tanpa ada tuntutan aneh-aneh.

Kekurangannya? Well, jujur saja, saya juga tidak tahu darimana developer Windroye bisa mendapatkan profit (biasanya, emulator lain mendapatkan profit dari instalasi aplikasi sponsor seperti BlueStacks atau berbayar seperti AMIDuOS dan Genymotion). Jadi, mungkin juga karena itu, proses pengembangan Windroye seperti tak ada kelanjutannya.

Windroye 2.8.4 ini juga sebenarnya bukan versi terbaru karena versi terbarunya adalah 2.9.0. Namun, Anda tidak akan bisa terhubung ke server Google di Google Play saat menggunakan versi 2.9.0.

Karena itulah saya beranggapan proses pengembangannya terhenti sebab versi 2.9.0 ini sudah dirilis lama sekali dan tidak ada kelanjutan versi yang lebih baru dan memperbaiki bug krusial tadi.

Jadi, karena proses pengembangannya stuck, jika ada game Android baru kelak yang tidak bisa dimainkan di Android 4.4.2 (basis Android di Windroye), Anda mungkin harus meninggalkan Windroye.

MFF-Game-Modes

Selain itu, performa network dari Windroye juga sedikit aneh untuk MFF, dibanding Droid4x dan Memu, karena ada salah satu mode game di MFF (CO-OP PLAY) yang lama sekali loading koneksinya.

Namun demikian, tetap saja, Windroye tetap jadi favorit saya karena ia paling stabil, paling kencang, dan paling ringan – setidaknya sampai saat artikel ini ditulis.

2. Droid4x 0.9.0

Droid4x menjadi favorit kedua saya setelah Windroye karena ia juga stabil – banyak emulator lain yang saya coba seringkali force closed saat bermain MFF atau game-game yang cukup berat lainnya.

Plus, jika dibandingkan dengan MEmu, ia lebih kompatible untuk banyak game dan juga lebih sedikit bug-nya. Droid4x inilah yang biasanya saya gunakan ketika saya tidak sabar menunggu loading koneksi yang lama saat menggunakan Windroye.

droid4x-setting

Emulator ini juga lebih ringan dan kencang dibanding dengan emulator-emulator lain seperti BlueStacks, NOX, Genymotion, ataupun Andyroid. Performanya hanya kalah jika dibandingkan dengan Windroye dan MEmu – paling tidak untuk PC saya.

Mungkin di situlah kelemahan terbesarnya bagi saya. Kadang, ia bisa berjalan cukup mulus dengan minimal 40-60 fps. Namun tak jarang juga ia akan nge-drop sampai belasan fps di saat-saat layar penuh dengan banyak objek 3D.

Untuk catatan juga, emulasi Virtual Pad di layarnya (yang mengijinkan kita menggunakan WASD sebagai kontrol pergerakan) juga tidak semulus MEmu dan Windroye – arah pergerakannya kurang luwes dan juga sering ghosting.

droid4x-touchscreen-emulation

Plus, satu hal lagi kekurangannya, Droid4x versi terbaru (versi 0.10.1) mengintegrasikan Xposed Framework built-in sehingga Anda tidak bisa mengupgrade-nya jika ingin memainkan game-game yang tidak mengijinkan instalasi Xposed Framework, seperti MFF.

3. MEmu

Sebenarnya MEmu ini boleh dibilang paling lengkap kelebihannya dibanding Droid4x dan Windroye. Framerate-nya stabil dan koneksi jaringannya sangat responsif. Namun sayangnya, ia masih punya banyak bug.

memu-booting

Satu bug yang sangat menyebalkan adalah konfigurasi simulasi touchscreen-nya. Seringkali ia error jika Anda mematikan dan menghidupkan simulasi itu beberapa kali dan Anda harus me-restart emulator untuk mengembalikannya ke kondisi normal. Sehingga, kemungkinan besar, Anda tidak bisa chatting saat ingin menggunakan keyboard sebagai kontrol permainan.

Tak jarang juga layarnya sempat freeze di tengah-tengah permainan meski hanya sepersekian detik. Mungkin karena memang MEmu versi sebelumnya (versi sebelum 2.6.6) bermasalah dengan OpenGL DLL milik NVIDIA yang belum sepenuhnya dioptimalkan untuk versi terbarunya.

memu-xda

Namun demikian, dibanding Droid4x dan Windroye, MEmu adalah yang paling cepat proses pengembangan dan paling baik technical support-nya. Droid4x kehilangan satu-satunya moderator di forumnya bulan lalu dan Windroye bahkan tak punya official forum ataupun community.

Sedangkan MEmu memiliki Facebook page yang cukup aktif menjawab banyak masalah dan juga ada thread aktif di Forum XDA.

Bagi saya pribadi, dukungan ini sebenarnya jadi layak diperhitungkan karena memang emulator Android itu masih begitu banyak masalah kompatibilitas dan belum ada yang sepenuhnya optimal.

Finally

android_illustration

Akhirnya, terlepas dari beberapa kekurangan yang saya sebutkan untuk ketiga emulator di atas, Windroye, Droid4x, dan MEmu adalah yang terbaik di antara belasan emulator Android lainnya, setidaknya dari penilaian saya.

Ketiganya menawarkan performa yang stabil, fitur yang lengkap, dan tidak ‘usil’ instal-instal aplikasi sponsor tanpa persetujuan Anda.

Dari ketiga emulator terbaik ini (yang semuanya tetap selalu saya install selama saya masih tertarik dengan Android gaming), Windroye akan tetap jadi favorit saya – setidaknya sampai sekarang ini, Droid4x akan menjadi alternatif emulator yang bisa diandalkan, dan MEmu akan jadi emulator yang saya ikuti perkembangannya karena ia yang berpotensi paling besar untuk menggusur tahta Windroye – paling tidak di hati saya. ^,^

 

Jakarta, 18 Mei 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.