5 Tips untuk jadi Penerjemah yang Baik

Ironisnya, tidak sedikit orang yang memandang menerjemahkan adalah hal yang mudah karena ada Google Translate, kamus online, dan kawan-kawannya. Saya masih ingat satu percakapan saya dengan kawan saya beberapa tahun silam.

“Bes, kalau kuliah Sastra Inggris berarti kalau ujian boleh bawa kamus ya?”

“Iya, boleh”

“Oh berarti gampang ya…?”

Saat itu saya hanya diam saja meski dalam hati saya tertawa.

Beberapa waktu belakangan, saya juga sering geli melihat iklan-iklan game mobile yang bahasanya sama sekali tidak masuk di nalar saya.

Lalu hubungan percakapan saya dengan iklan-iklan game mobile itu tadi di mana?

funny-chinese-sign-translation-fails-28

Hubungannya ada di paradigma kebanyakan orang tentang penerjemahan bahasa. Iklan-iklan tadi bahasanya aneh karena tim kreatifnya hanya menerjemahkan kata per kata.

Faktanya, penerjemahan itu tidak hanya sekedar melihat arti kata di kamus.

Berikut ini adalah beberapa tips penerjemahan bagi Anda yang mungkin memang berkecimpung di bidang komunikasi, tulis-menulis, dan kawan-kawannya, atau bagi Anda yang memang peduli dan ingin belajar lebih jauh tentang penerjemahan bahasa.

learning

1. Learning is the First Step of Everything

Satu hal yang sangat saya percayai adalah jika Anda tidak paham dengan apa yang Anda tuliskan, kemungkinan besar, pembaca Anda juga tidak akan paham membaca tulisan Anda.

Inilah yang seringkali tidak disadari atau dipahami oleh kebanyakan orang. Sang penerjemah harus memahami betul sumber tulisan sebelum dapat menghasilkan terjemahan yang luwes dan tidak aneh dibaca.

Saya memiliki patokan seperti ini: jika Anda belum dapat menjelaskan maksud dan tulisan tadi secara lisan tanpa melihat sumber bacaan, berarti Anda belum memahami hal tersebut.

Lalu, bagaimana caranya agar dapat menguasai bahan tadi jika Anda sebelumnya belum paham? Satu kata: belajar.

starcraft-2

Jadi, misalnya Anda harus menerjemahkan tentang game, Anda harus memainkan game tersebut atau paling tidak Anda harus menonton video tentang game tersebut dan melihat sendiri berbagai aspek game itu dari soal gameplay, grafis, plot, musik, dan kawan-kawannya.

Satu kali saya sempat mendapatkan satu side-job untuk menerjemahkan tutorial penggunaan instrumen kimia. Jujur saja, saya pusing tujuh keliling. Saya menghabiskan waktu 2 minggu hanya untuk riset tentang instrumen tersebut dari mulai baca-baca artikel, buku, sampai bertanya kepada kawan saya yang kuliah di Teknik Kimia.

Pasalnya, patokan saya cuma satu, saya harus dapat menjelaskan sumber terjemahan tadi dalam bahasa saya sendiri secara lisan tanpa melihat ‘contekan’.

battlefield-4-scope

2. Identify your Target

Jika Anda sudah cukup berpengalaman di manajemen produk, Anda pasti tahu bahwa salah satu hal utama yang harus Anda lakukan adalah menentukan / identifikasi target pasar dari produk tersebut.

Artikel atau setiap bentuk terjemahan juga demikian. Jadi, sebelum Anda menerjemahkan, sebaiknya Anda menentukan target pembaca dari hasil terjemahan tersebut dan, jika memungkinkan, identifikasi target pembaca dari sumber / bahan terjemahan.

Misalnya saja seperti ini, jika Anda menerjemahkan kata ‘Campaign’ dalam konteks game dan untuk pembaca gamer, saya tidak akan menyarankan Anda untuk menggunakan kata ‘Kampanye’.

modern-warfare-3-menu

Pasalnya, pembaca Anda justru akan kebingungan dengan istilah ‘Kampanye’. Demikian juga dengan kata ‘Party’ di ranah game yang kurang tepat jika diterjemahkan jadi ‘Partai’ atau malah ‘Pesta’, meskipun itu artinya jika Anda melihat kamus.

Contoh lain, menerjemahkan artikel media massa (majalah, artikel media online, koran) itu jauh lebih mudah ketimbang menerjemahkan buku edukasi.

Karena, bagaimanapun media massa ditujukan untuk khalayak ramai sedangkan buku edukasi ditujukan untuk orang-orang yang lebih spesifik.

selfish-gene-by-richard-dawkins

Selain tingkat pengetahuan pembaca, rentang usia target pembaca Anda juga penting karena mungkin Anda harus memilih kata-kata yang berbeda.

Misalnya, Anda tidak mungkin menggunakan bahasa yang sama ketika berbicara dengan anak SD seperti ketika berbicara dengan orang tua, remaja, atau rentang usia lainnya.

Satu hal yang pasti, semakin banyak dan detil Anda tahu target pembaca Anda, semakin bagus juga peluang produk tulisan Anda diterima dengan baik.

book-pages

3. Read Between the Lines

Setiap bentuk bahasa verbal, baik itu lisan dan tulisan, pasti memiliki aspek lain selain makna verbal (arti kamus) bahasa tersebut. Misalnya, selalu ada tujuan dari sebuah tulisan atau perkataan yang mungkin tidak tersirat jelas.

Identifikasi tujuan dari sebuah tulisan juga bagi saya penting untuk dilakukan. Contoh, kata-kata di iklan bertujuan untuk mengajak pembaca menggunakan produk yang diiklankan dan juga sekaligus membentuk brand image dari produk tersebut.

minimalist-ads-hat

Misalnya, jika Anda hanya menerjemahkan kata per kata dari sebuah iklan yang tadinya bahasa Inggris, kemungkinan besar tujuan iklan tersebut tidak akan tersampaikan dengan baik ke pembaca Anda.

Selain tujuan, tentunya masih ada sejumlah hal lain yang bisa saja tersirat dalam sebuah tulisan – misalnya emosi, atmosfir, atau yang lainnya. Misalnya jika Anda menerjemahkan buku fiksi horror, Anda harus dapat mempertahankan atmosfir horror dalam hasil terjemahan Anda karena, well, buku horror tidak akan jadi horror lagi jika tidak menyeramkan.

writing

4. Translating is Just Another Form of Writing

Bagi saya, menerjemahkan sebenarnya tidak jauh berbeda dari menulis tulisan Anda sendiri.

Bedanya, jika menulis sendiri, Anda mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (wawancara, riset, membaca, dll), menerjemahkan hanya mengijinkan Anda menggunakan informasi dari satu sumber, yaitu bahan terjemahan.

comma comic

Karena itu, semua skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis yang baik, juga dibutuhkan untuk menjadi seorang penerjemah yang baik. Anda harus memperhatikan tanda baca, struktur kalimat, diksi, dan segudang skill lainnya.

Selain itu, satu hal yang sering saya temukan adalah kebanyakan orang jadi terlalu kaku ketika menerjemahkan bahkan malah jadi melakukan kesalahan dari sisi tata bahasa.

Aturan tata bahasa dari bahasa yang berbeda itu juga pasti berbeda. Bahasa Inggris memiliki struktur yang berbeda dengan bahasa Indonesia dan seorang penerjemah yang baik juga harus dapat menerjemahkan struktur bahasa asal menjadi struktur bahasa tujuan.

language

5. Language is All about Context

Poin terakhir dan sekaligus kesimpulan dari semua poin di atas, adalah satu kata yang paling penting dalam pemahaman berbahasa: konteks.

Kebetulan saja, saya memang sudah belajar dan berkecimpung soal bahasa selama bertahun-tahun. Saya memilih jurusan Bahasa ketika SMA, saya kuliah di jurusan Sastra Inggris, dan selama 8 tahun terakhir saya mencari nafkah dari tulis-menulis.

Dari pengalaman tadi, satu hal yang saya yakini adalah bahasa itu sepenuhnya soal konteks. Konteks itu bisa bermacam-macam. Sebenarnya semua poin yang sebelumnya saya tuliskan tadi juga masuk ke dalam konteks namun saya ingin membahasnya lebih detil satu per satu yang saya anggap penting untuk dipahami.

context

Pemahaman konteks inilah yang akan membedakan antara penerjemah amatir dan profesional. Konteks ini jugalah yang akan membedakan antara hasil terjemahan yang aneh dan yang nyaman dibaca.

Anda harus paham sepenuhnya tentang ranah sumber terjemahan, mengenali target pembaca, mencari tahu setiap hal yang tersirat, dan menyadari bahwa terjemahan itu juga merupakan bentuk lain dari sebuah tulisan.

Finally…

“For the things we have to learn before we can do them, we learn by doing them.” – Aristotle

Akhirnya, saya selalu percaya bahwa jika ada satu hal yang paling berpengaruh terhadap keahlian atau skill kita, hal tersebut adalah pengalaman atau jam terbang. Tulisan ini hanya ditujukan untuk membantu Anda belajar lebih jauh dan lebih mudah.

Jam terbang Anda tetap akan menjadi kunci utama untuk mengasah kemampuan Anda, apapun itu – baik itu bermain game, menulis, menerjemahkan, ataupun yang lainnya.

Jadi, selamat belajar dan jangan lelah untuk terus mengasah diri.

Jakarta, 5 Agustus 2016.

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.