Robin Chua: Karena Manajemen adalah Soal Keberanian dan Kesanggupan

Setidaknya dari pengamatan saya, jurusan Manajemen mungkin adalah jurusan terbanyak yang saya temukan di universitas-universitas di Indonesia – kebalikan dengan jurusan Sastra atau malah Filsafat.

Namun demikian, satu hal yang saya percaya adalah ada ribuan atau bahkan jutaan hal yang tidak dapat diajarkan di bangku kuliah.

Karena itu, saya sengaja mengajak wawancara seorang General Manager (Direktur) dari perusahaan kelas kakap untuk berbagi pengalamannya di sini.

feat-pak-robin

Jujur saja, banyak jawaban beliau yang membuat saya terkesima karena jauh dari bayangan saya sebelumnya. Mungkin juga itu sebabnya beliau yang jadi Direktur dan saya jadi penulis serabutan… nyahaha…

Namanya adalah Robin Chua, General Manager (Direktur) Nusantara Jaya Teknologi (NJT), yang merupakan salah satu distributor hardware terbesar di Indonesia. Beliau telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di dunia manajemen.

Pak Robin bercerita bahwa awalnya ia masuk ke industri PC karena ketidaksengajaan alias accident. Namun seiring waktu, beliau semakin menyukai industri ini.

Ia menyukai industri hardware PC karena dinamika dan perkembangannya yang lebih cepat ketimbang industri lainnya. Ada ratusan produk baru yang dirilis bahkan dalam kurun waktu satu tahun.

gigabyte-x99-designare

Lalu mengapa manajemen? Apakah serunya dari dunia manajerial? Dari pengalamannya malang melintang di dunia manajemen, mulai dari Produk Manager, Kepala Cabang, sampai jadi Direktur sekarang ini, beliau mengatakan yang paling unik adalah manusia.

Pak Robin mengatakan sebenarnya yang paling menarik dari manajemen bukanlah hasilnya, namun prosesnya.

Mengamati proses perkembangan manusia-manusia yang bekerja sama dengannya adalah yang membuatnya sangat menikmati pekerjaannya.

Karena baginya, seni manajemen adalah tentang bagaimana mengelola orang, monitoring, dan mengkombinasikan orang-orang yang berbeda untuk meraih satu tujuan.

managing_people_across_cultures_20120927155227

Jawaban ini sungguh di luar bayangan saya. Pasalnya, dari banyak petinggi-petinggi perusahaan yang saya kenal, mereka hanya mengenal hasil, tanpa pernah mau tahu prosesnya seperti apa. Namun Pak Robin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.

Pak Robin juga menambahkan, “dengan gaya One-Man-Show pun, kita juga sebenarnya bisa meraih tujuan namun bukan itulah esensi dari manajemen. Esensi manajemen adalah bagaimana mengupayakan dan mengajak sejumlah orang untuk mencapai tujuan yang kita mau bersama.”

Lalu dimanakah sebenarnya tantangan terberat bagi seorang manajer? Menurutnya, tantangan terberat seorang manajer adalah dalam hal inovasi.

Bagi Pak Robin, seorang manajer adalah ujung tombak terakhir yang harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan anak buahnya.

Karena itulah, seorang manajer yang baik harus dapat berpikir satu langkah di depan dibanding mereka. “Bayangkan saja seperti ini, jika kamu tidak dapat menjawab pertanyaan anak buah kamu, bagaimana perusahaan dapat bergerak jika manajemen tidak tahu jawabannya?” Tambahnya.

ship-wallpaper-12

Selain itu, inovasi tadi juga mencakup soal inovasi jangka panjang, yaitu arah kemana perusahaan itu bergerak.

Seorang manajer ialah sang kapten yang menentukan kemanakah arah kapal berlayar. “Dan, satu hal yang pasti, seorang manajer biasanya kurang tidur karena sering diganggu anak buahnya… hahaha…” Candanya.

Lalu pertanyaannya, bagaimana jika misalnya kita yang menjadi manajer berada di satu titik buntu dan tidak menemukan inovasi baru? Karena jujur saja, saya kira inovasi dan ide baru itu tidak akan selalu ada.

Pak Robin mengatakan inovasi itu tidak dapat muncul dengan sendirinya karena ia muncul dari keseharian kita.

Jadi misalnya kamu mentok, kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan terlebih dahulu. Karena ketika kamu mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, kamu akan menemukan celah-celah baru yang bisa dikembangkan.

business

Dalam hati saya merasa tertohok mendengar kalimat tadi… Karena jujur saja, saya merasa sering merasa buntu dan saya frustasi sendiri… kawkwakwka

Dia berpendapat bahwa lebih baik bergerak, meski belum tahu arah, daripada diam. Pasalnya, pasar itu hidup. “Ketika kamu bergerak mendekati pasar dengan cara tertentu, pasar akan memberikan feedback, dan feedback itulah yang kamu gunakan untuk merumuskan ide baru.” Ungkap Pak Robin.

Terakhir, saya pun menanyakan saran apakah bisa dibagikan bagi mereka yang ingin belajar untuk menuju tingkatan manajemen kepada Pak Robin.

Beliau mengatakan, “Saya percaya setiap orang sebenarnya bisa bekerja di level manajemen. Namun demikian, bekerja di tingkatan manajemen tidak hanya membutuhkan skill tetapi juga keberanian.”

managing-people-theres-a-standard-for-that_sept15

“Pertama, keberanian untuk bertanggung jawab ketika mengambil keputusan yang salah. Setiap orang pasti pernah dan akan mengambil keputusan yang salah. Seorang manajer yang baik harus berani bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.”

“Kedua, yang tak kalah penting, seorang manajer juga harus memiliki keberanian untuk melayani orang. Secara struktur, mungkin memang anak buah terlihat harus melayani manajernya namun kenyataannya adalah yang sebaliknya.” Ungkapnya.

Time-Management

Pak Robin menambahkan bahwa, ketika Anda diangkat menjadi seorang manajer, waktu Anda bukanlah milik Anda pribadi lagi – tetapi juga milik semua anak buah Anda – karena Anda harus melayani mereka.

Akhirnya, beliau juga berpesan bahwa seorang manajer bukanlah soal skill namun soal kesanggupan untuk All-Out.

Plus, mereka-mereka yang berada di posisi manajemen sebenarnya memiliki ruang yang begitu lebar untuk berkarya dan berimajinasi – asal dia berani bertanggung jawab atas semua keputusannya.

Hmm… Jujur saja semua jawaban beliau benar-benar di luar dugaan saya…

Finally…

management-1

Mungkin memang gaya kepemimpinan yang sadis yang tak mau tahu proses, yang berbeda dari gaya kepemimpinan Pak Robin tadi, juga bisa memberikan hasil yang maksimal.

Namun saya kira kita semua setuju pemimpin seperti apa yang akan lebih disukai dan lebih besar kemungkinannya untuk mendapatkan loyalitas dari anak buahnya.

Lagipula, saya pribadi percaya bahwa pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang pintar memerintah namun pemimpin yang bisa mencetak pemimpin-pemimpin baru nantinya.

So,… Anda sudah siap dan berani untuk mengejar posisi manajer?

Jakarta, 27 September 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.