5 Jalan Menemukan Kembali Motivasi #3

Artikel ini merupakan bagian ketiga dari 5 jalan untuk menemukan kembali motivasi. Anda bisa membaca bagian pertama dan kedua sebelumnya terlebih dahulu jika terlewat.

3. No Such Thing as Easy

Setiap aspek hidup yang berharga tidak ada yang mudah untuk diraih. Semuanya membutuhkan proses yang panjang dan tak jarang melelahkan.

Jika Anda merasa mudah mendapatkan sesuatu, berhati-hatilah, karena kemungkinan besar hal tersebut akan lepas dengan mudah.

motivasi-gunung-zilbest

Misalnya, Anda merasa mudah mendapatkan kekayaan materi dan hidup yang berkecukupan karena Anda dilahirkan dari keluarga yang kaya raya. Coba tanyakan ke diri Anda, jika orang tua Anda sudah tidak ada nanti, bisakah Anda mempertahankan level kekayaan yang sama?

Jika Anda bisa kuliah dengan mudah, atau bahkan sampai ke luar negeri, juga karena beruntung berasal dari keluarga mapan, bisakah Anda mempertanggungjawabkan ijazah yang Anda peroleh dari sisi inteligensi Anda? Apakah Anda benar-benar tahu dan paham sepenuhnya dengan proses belajar Anda semasa kuliah?

Jika Anda bisa dengan mudah mendapatkan kekasih karena kebetulan Anda memiliki paras yang tampan ataupun cantik, bisakah Anda mempertahankan hubungan ketika Anda menua dan paras rupawan Anda menghilang nantinya?

komik-motivasi-zilbest

Semua hal yang sebenarnya terlihat mudah hanya karena faktor keberuntungan tadi sebenarnya hanyalah ilusi. Karena, kenyataanya, proses hiduplah yang dapat membayar dan membeli semua hal berharga yang sudah atau akan Anda dapatkan.

Faktanya, justru karena proses panjang dan melelahkan tadi lah kita bisa berkembang meningkatkan kapasitas ataupun memperbaiki diri.

Jika Anda masih berjuang dengan skripsi yang tak kunjung usai, berbahagialah karena Anda mendapatkan ribuan atau bahkan jutaan pelajaran yang mungkin tidak pernah Anda pelajari sebelumnya.

Coba mari kita bandingkan dengan alternatif jalan pintas yang bisa Anda tempuh, misalnya Anda membayar orang untuk mengerjakan skripsi Anda – kebetulan dulu, salah satu teman saya ada yang punya proyek jasa pengerjaan skripsi.

belajar-motivasi-zilbest

Anda memang tak perlu pusing-pusing belajar dengan membayar orang namun Anda akan kehilangan banyak sekali kesempatan untuk belajar teori, rumus, teknik, dan pengalaman yang mungkin akan Anda dapatkan dengan mengerjakannya sendiri.

Mungkin ada dari Anda yang akan berargumen bahwa teori, rumus, dan teknik tadi tidak akan berguna di kehidupan nyata, well, saya akan katakan ‘ya’ dan ‘tidak’.

Jika Anda hanya menghafalkan rumus, teori, teknik, dan kawan-kawannya tadi, tanpa memahaminya, hal itu tidak akan berguna bagi Anda nantinya.

Namun jika Anda sungguh-sungguh memahami dan mempelajari teori-teori tadi, Anda dapat melihat logika di balik rumus-rumus tersebut, membaca konteks dari teori-teori tadi, dan menyadari tujuan dari setiap teknik-teknik yang ditemukan.

rumus_motivasi-zilbest

Logika, konteks, dan tujuan itulah yang pada akhirnya bisa Anda gunakan untuk bisa Anda gunakan dalam hidup Anda sehari-hari atau bahkan bisa Anda kembangkan untuk menghasilkan karya, teori, rumus baru Anda sendiri.

Semakin paham Anda tentang sebuah ilmu pengetahuan, semakin mudah pula Anda menarik benang merah dari ilmu pengetahuan tadi ke ranah-ranah lain, termasuk kehidupan personal ataupun profesional Anda.

Jika Anda tidak percaya, coba lihat filsuf-filsuf dunia yang berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Descartes dari Matematika, Nietzsche dari bahasa dan sejarah (atau lebih tepatnya Philology), Karl Marx dari Hukum, Sastra, & Sejarah, Hegel dari Teologi (agama), John Locke dari Ilmu Medis, dan Socrates, yang bahkan dikenal sebagai Bapak Filosofi Barat, belajar dari memperhatikan perilaku orang-orang di sekitarnya (Sosial).

Hannah Fry
Hannah Fry

Contoh yang lebih modern dan praktis? Well, Behavioral Economics merupakan sintesa antara psikologi dan ekonomi. Hannah Fry, seorang ahli matematika, menggunakan rumus matematika untuk memprediksi dan membuat model kejahatan kriminal dan terorisme.

Itu tadi hanyalah secuil contoh hasil dari sebuah proses panjang. Saya kira orang-orang hebat yang tadi saya sebutkan juga harus mengalami proses pembelajaran panjang sebelum mereka bisa meninggalkan jejak dalam sejarah. Jadi, jika Anda sekarang sedang berjuang dengan proses yang melelahkan, nikmati saja karena sekaya apapun, Anda tidak akan dapat membeli proses itu.

“Success is a lousy teacher. It seduces smart people into thinking they can’t lose.” – Bill Gates

Anda masih berjuang mendapatkan idaman hati Anda atau malah terperangkap dalam jebakan ‘friendzone‘? Nikmati saja dan teruslah berusaha jika memang Anda berpikir dia lah yang terbaik untuk Anda. Kesabaran, penguasaan emosi, dan hal-hal yang Anda alami dalam masa itu bisa jadi berguna dalam kehidupan profesional Anda nantinya.

Anda masih berjuang dengan pekerjaan Anda dengan bos yang galak dan gaji seadanya? ^,^ Jangan putus asa, teruslah bekerja semaksimal mungkin – sembari mencari-cari pekerjaan baru nyahaha…

Sadari betul pelajaran-pelajaran apa yang bisa Anda dapatkan dari setiap proses karena hal itu yang nantinya akan membantu Anda kembali melewati masa-masa sulit di masa depan.

Selamat Berproses… !

Lanjutkan ke Bagian Selanjutnya

Jakarta, 4 Mei 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.