5 Jalan Menemukan Kembali Motivasi #4

Motivasi… Kita kembali lagi ke artikel bersambung 5 Jalan Menemukan Kembali Motivasi. Anda bisa membaca bagian pertama, kedua, dan ketiga, terlebih dahulu jika belum.

4. Improve Your Odds

Kenyataannya, saya kira semua manusia itu takut dengan kegagalan. Tak jarang, kita jadi malas berusaha dan kehilangan motivasi ketika kita melihat sebuah hal yang terlalu jauh untuk digapai.

Sama seperti dengan banyak siswa tak punya motivasi untuk belajar matematika karena merasa pelajaran tersebut terlalu sulit dan mereka takut gagal untuk memahaminya.

matematika-motivasi-zilbest

Jujur saja, saya juga awalnya takut ketika meninggalkan pekerjaan kantoran dan memulai Zilbest ini. Pemasukkan bulanan dari gaji saya hilang dan saya harus mencari sejumlah pekerjaan freelance untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya.

Namun demikian, saya menyadari bahwa jika saya tidak memulainya, kemungkinan saya berhasil membesarkan website saya sendiri, dimana saya bisa menerapkan standar konten sendiri dan bagaimana mengimplementasikan bisnis yang sesuai idealisme saya, adalah 0%.

Paling tidak, dengan saya memulai dan menjalaninya, kemungkinan saya berhasil langsung naik jadi 50% – karena saya juga tahu bahwa tidak ada yang namanya kemungkinan 100% berhasil…

pertaruhan-motivasi-zilbest

Satu hal yang sangat saya percayai adalah setiap keputusan adalah sebuah pertaruhan. Tidak ada yang namanya kepastian dari setiap keputusan – karena kita tidak akan pernah dapat meramalkan masa depan.

Namun demikian, semakin lama kita bergelut pada satu bidang dan semakin keras kita berusaha, semakin besar pulalah kemungkinan kita untuk berhasil dan meraih tujuan kita.

Misalnya saja seperti contoh pelajaran matematika tadi. Jika kita menyerah untuk belajar, kemungkinan besarnya, kita tidak akan pernah bisa memahaminya sampai tua nanti.

Namun jika kita mau sedikit demi sedikit memaksa otak kita berpikir lebih keras, pemahaman kita juga akan ikut berkembang seiring waktu.

otak-motivasi-zilbest

Saya memang lebih suka menjadikan diri saya sendiri sebagai contoh karena tidak ada orang lain lagi yang lebih saya pahami selain diri saya sendiri. Jadi, ijinkan saya bercerita tentang proses belajar saya sampai ke titik ini.

Saya memang sudah sejak kecil menyukai bahasa, seni, dan estetika. Saya belajar musik saat kelas 6 SD dan juga sudah tahu akan mengambil jurusan Bahasa di kelas 3 SMA (dulu jaman saya masih belum ada kelas 9 – 12) waktu saya masih duduk di bangku SMP.

Sayangnya, karena memang masih belum paham apa-apa waktu itu, saya jadi menghindari hal-hal yang berbau logika, teknik, dan angka – jujur saja, mungkin itulah penyesalan terbesar saya sampai hari ini…

Diablo 3 Damage Formula
Diablo 3 Damage Formula

Saya baru menyadari bahwa angka-angka itu ternyata sangat menyenangkan ketika saya mulai belajar sangat detil tentang game-game RPG, seperti menghitung formula Damage, RNG, Attack Speed, Critical, dan kawan-kawannya.

Saya juga baru menyadari bahwa logika juga sangat membantu saya belajar lebih baik, termasuk belajar bahasa dan menulis, ketika saya belajar banyak dari Socrates.

Saya pun mulai belajar pelan-pelan meski saya tahu hal itu tidak mudah. Namun, untungnya, saya adalah orang yang sangat percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Saya belajar banyak soal angka-angka, logika, dan teknik dari PC gaming dan overclocking. Mulai dari membaca dan mengedit script coding untuk modding game sampai belajar hal-hal berbau-bau listrik demi overclocking.

overclocking-motivasi-zilbest

Ketika saya jadi Editor-in-Chief untuk sebuah App Store, saya belajar analisa data seperti Daily Active User, Retention Rate, dan kawan-kawannya. Saya juga harus belajar bisnis dan ekonomi ketika saya masih jadi Managing Editor ataupun waktu jadi Digital Marketing.

Sampai sekarang pun, jujur saja, saya masih harus banyak belajar. Ada jutaan atau bahkan milyaran hal yang masih belum saya pahami sepenuhnya. Namun, saya tidak mau menyerah untuk belajar.

Saya adalah lulusan Sastra Inggris yang mungkin akan dianggap banyak orang terlalu jauh untuk hal-hal berbau teknis ataupun bisnis, namun saya tidak peduli. Saya tahu saya tidak akan pernah beranjak dari ketidaktahuan saya jika saya tidak mau memotivasi diri saya sendiri untuk terus belajar.

“It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.” – Confucius

Akhirnya,

Lagi saya katakan, saya juga masih bodoh dalam begitu banyak hal – saya tahu ada banyak sekali kawan-kawan saya yang jauh lebih pintar di bidangnya masing-masing.

Namun paling tidak di titik ini, jika ada yang bertanya pada saya tentang satu hal, saya bisa percaya diri mengatakan, “saya mungkin memang tidak akan pernah tahu jawaban dari semua pertanyaan, namun saya tahu dimana saya harus mencari jawaban tersebut dan saya akan menemukannya, cepat atau lambat.

Jadi, ketika Anda kehilangan motivasi untuk terus berjalan dan berusaha, yakinkan diri Anda bahwa hanya dengan mencoba melakukan ataupun melanjutkan proses dengan sepenuh hati, Anda akan memperkaya diri Anda dengan pengalaman dan memperbesar peluang Anda untuk meraih tujuan Anda.

Jakarta, 5 Mei 2016

Yabes Elia.

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.