5 Jalan Menemukan Kembali Motivasi #5

Akhirnya kita berada di bagian terakhir dari artikel bersambung ini. Jika Anda belum membacanya, Anda bisa mengunjungi bagian pertama, kedua, ketiga, dan keempat, sebelum membaca artikel ini.

5. Take a Break
Oke, saya tahu hal ini terdengar kontra-produktif namun ada perbedaan besar antara bermalasan-malasan menunda pekerjaan (procastination) dengan rehat sejenak.

Perbedaannya di sini, menunda-nunda pekerjaan berarti kita seolah mengalihkan pandangan dari tujuan dan proses panjang kita. Sedangkan rehat berarti berhenti sejenak namun tetap memusatkan perhatian pada tujuan dan proses tadi.

Ibaratnya saja seperti ini, procastination berarti Anda seolah berbalik 180 derajat agar tidak melihat target yang ada di depan mata. Sedangkan rehat yang saya maksud bisa jadi Anda duduk sejenak atau mundur satu langkah namun dengan mata tetap menatap ke depan.

procastination

Saya tahu perbedaannya mungkin tipis namun saya kira kuncinya ada pada diri kita masing-masing yang tidak menyangkal atau membohongi diri sendiri bahwa ada sesuatu yang harus kita kejar. Jawabannya juga hanya Anda sendiri yang tahu jika Anda mau jujur dengan diri sendiri.

Lalu kenapa kita harus rehat sejenak? Well, saya kira Valentino Rossi tidak akan jadi juara dunia MotoGP sebanyak 7 kali jika dia hanya tahu teknik ‘gas poll’ terus-terusan selama pertandingan. Justru karena dia benar-benar tahu kapan saat yang tepat untuk melambat dan kapan saat akselerasi lah yang membuatnya jadi salah satu pembalap terhebat sepanjang masa.

valentino-rossi-motivasi

Saya selalu memahami setiap proses hidup, baik itu personal ataupun profesional, seperti lari maraton yang membutuhkan kegigihan dan ketahanan, bukan seperti sprint atau lari cepat.

Sedangkan di proses hidup, saya kira ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk rehat sejenak. Saya tak jarang bermain game untuk membiarkan otak tenang sejenak sebelum kembali berpikir.

Namun lagi-lagi saya katakan, jangan samakan satu kegiatan dengan dua motivasi yang berbeda – bermalas-malasan dengan membiarkan kreatifitas bekerja itu adalah dua hal yang berbeda, meski kegiatan yang dilakukan sama persis.

Saya memandang kegiatan bermain game sebagai sebuah proses panjang meraih sebuah tujuan atau kemenangan, bukan hanya untuk pengusir kebosanan, dimana Anda membutuhkan kesabaran ataupun kepintaran untuk meraih capaian tadi.

Menemukan benang merah antara tantangan yang saya alami di game dengan proses hidup sayalah yang membuat saya melihat bermain game sebagai proses katarsis. Tak jarang pula saya menemukan inspirasi baru ketika menanti loading game.

skyrim-motivasi

Tentu saja, tidak hanya main game saja yang bisa saya atau kita lakukan untuk rehat sejenak. Habiskanlah waktu bersama-sama keluarga atau orang-orang terdekat Anda agar Anda bisa menyulut motivasi diri dengan melihat kebahagiaan mereka, seperi yang saya pernah tuliskan di bagian kedua.

Tanpa pernah menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat Anda, percayalah, semua usaha Anda – apapun itu – akan terasa sia-sia.

Berbincanglah, ngobrol, nongkrong dengan kawan-kawan yang Anda anggap mampu memberikan perspektif baru tentang hidup. Fokuskan diri ketika Anda menghabiskan waktu dengan mereka, tutup ponsel Anda, dan dengarkan cerita mereka.

keluarga-motivasi

Saya sendiri memang lebih banyak menghabiskan waktu di depan monitor untuk riset dan menulis namun saya selalu menikmati waktu-waktu yang saya habiskan bersama kawan-kawan saya yang masing-masing memiliki pengalaman dan pengetahuan yang bahkan tidak pernah saya dengar sebelumnya.

Sadarilah bahwa setiap orang memiliki pergulatan masing-masing yang bahkan tak akan pernah bisa Anda bayangkan. Itulah yang membuat saya selalu menikmati waktu berbincang-bincang dengan kawan-kawan saya.

“Be kind, for everyone you meet is fighting a battle you know nothing about.” – Wendy Mass, The Candymakers

Apalagi? Well, saya juga seringkali hanya melamun sambil mendengarkan musik menikmati alunan nada. Saya membiarkan pikiran saya lepas dan melayang-layang tanpa tujuan yang jelas – ya mungkin ini semacam meditasi bagi yang lain.

musik-motivasi

Sama seperti meditasi, menenangkan pikiran Anda dari carut marut pekerjaan dan persoalan pribadi itu rasanya hmm…

Saya kira ada banyak aktifitas lain yang bisa jadi berbeda-beda untuk tiap orang menenangkan pikiran, seperti kawan saya ada yang hobi memancing di sungai untuk menenangkan pikirannya.

mancing-motivasi

Akhirnya, mungkin memang Anda bisa saja menjadikan tulisan ini sebagai justifikasi atau alasan atas kemalasan Anda. Namun cobalah ketika Anda jenuh dan lelah dalam berproses, rehatlah sejenak dengan menghabiskan waktu dengan keluarga, temuilah kawan-kawan Anda – bukan hanya di medsos – dan tenangkan pikiran Anda, tanpa mengalihkan pandangan dari tujuan utama.

Semoga Anda berhasil menemukan kembali motivasi yang mungkin sempat hilang dari 5 langkah yang biasa saya lakukan. Bahkan, lebih bagus lagi jika Anda bisa menemukan cara-cara baru ala Anda sendiri dengan membaca artikel bersambung ini…

Jakarta, 17 Mei 2016
Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.