5 Jalan Menemukan Kembali Motivasi #1

Motivasi mungkin memang merupakan salah satu hal paling berpengaruh dalam setiap kita. Dengan motivasi yang kuat, kita bisa melakukan banyak hal yang tidak jarang di luar bayangan kita sebelumnya.

Namun, faktanya, sayangnya motivasi itu kadang hilang entah kemana…

Lelah, bosan, tidak berdampak apapun, dan kawan-kawannya seringkali kita gunakan sebagai alasan atas kemalasan kita.

Jujur saja, saya sendiri juga masih harus banyak belajar soal ini. Bagaimanapun juga kemalasan itu masalah tiap orang. Namun kelima hal berikut ini adalah 5 jalan pikiran yang saya tempuh untuk menemukan kembali motivasi yang hilang.

filosofi-motivasi-zilbest

1. Back to the Beginning

Setiap orang pasti melakukan sesuatu dengan alasan dan motivasi yang jelas pada awalnya. Tanpa alasan dan motivasi awal tadi, sebenarnya kita tidak akan melakukan apa-apa di hidup kita.

Sayangnya, ada dua masalah yang saya kira paling banyak dihadapi oleh banyak orang dengan motivasi awal kita.

Pertama, kita tidak menyadari alasan dan motivasi awal kita. Socrates mengatakan, “Hidup yang tidak disadari, tidak layak dijalani.” Ia mengatakan demikian karena ia melihat banyak orang tidak menyadari betul setiap tindakannya masing-masing.

The unexamined life is not worth living – Socrates

Karena itulah, saya biasanya menghabiskan 1-3 jam sehari sebelum tidur untuk kembali intropeksi dan kontemplasi diri. Apa sajakah capaian saya hari ini? Kegagalan apa sajakah yang saya lakukan tadi? Bagaimana saya bisa memperbaikinya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya…

Tak jarang saya menggunakan waktu tadi untuk menanyakan kembali alasan dan motivasi-motivasi saya untuk banyak hal yang saya lakukan hari itu – termasuk website zilbest.com ini.

Coba sempatkan diri untuk menanyakan kembali ke diri Anda masing-masing. Kenapa Anda kuliah di jurusan A? Kenapa Anda kerja di posisi B? Kenapa Anda berpacaran atau menikah dengan si C? Anda tidak perlu mengatakannya ke saya ataupun menaruhnya di status Facebook Anda. Cukup Anda, pikiran, dan hati kecil Anda yang tahu.

Tak jarang, pertanyaan-pertanyaan tadi justru membawa ke sebuah jawaban yang memang tidak memuaskan, yang tidak membantu Anda menemukan motivasi Anda kembali. Inilah persoalan kedua.

pelajar-motivasi-zilbest

Misalnya, faktanya, banyak orang memang kuliah di jurusan tertentu karena perintah orang tua sehingga menyadari hal itu kembali tidak akan membantu Anda menemukan motivasi. Atau, alasan Anda menikah ataupun bekerja juga hanya karena memang ‘normal’nya demikian. Lagi, bagi saya, alasan ini tidak akan mengantarkan Anda kemana-mana.

Yang perlu Anda lakukan jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang tadi, adalah mencari motivasi baru atas proyek atau proses Anda sekarang.

Anda tidak perlu meninggalkan proses yang sudah berlangsung untuk menemukan motivasi baru. Karena faktanya, meninggalkan proses tadi justru bisa jadi merupakan jawaban dari sisi malas Anda.

buku-motivasi-zilbest

Ijinkan saya mengambil contoh diri saya sendiri. Saya masih ingat dulu saya mengambil kuliah jurusan Sastra Inggris hanya karena saya ingin membanggakan ibu saya, satu-satunya orang tua saya – kebetulan memang saya tidak terlalu beruntung dalam hal akademis dan bahasa Inggris adalah satu-satunya yang bisa saya banggakan dulu.

Namun ketika saya masih semester 3, di tahun 2004, ibu saya meninggal gara-gara penyakit kanker. Jujur saja, saya sudah tak punya alasan lagi untuk kuliah – atau bahkan hidup – saat itu.

Sampai akhirnya saya kenal dengan yang namanya Socrates dan dunia filsafat. Waktu itu saya seperti ditempeleng bahwa hidup saya bukanlah pusat dari alam semesta. Ada milyaran hal lain yang begitu menakjubkan untuk bisa dipelajari.

Karena saya memang tidak mungkin meninggalkan jurusan Sastra Inggris dan pindah ke jurusan Filsafat – karena saya sudah tidak punya dana untuk pindah Universitas, saya harus mencari alasan dan motivasi baru kenapa saya harus bertahan di sini.

socrates-motivasi-zilbest

Akhirnya, saya menemukan bahwa Sastra Inggris lah yang mengajarkan saya cara membaca. Membaca yang saya maksud di sini bukanlah membaca seperti definisi kamus – yaitu sekedar memaknai arti susunan huruf, kata, ataupun kalimat. Namun memahami bacaan tersebut.

Anda yang pernah mencoba membaca tulisan dari buku teori Derrida ataupun Franz Magnis, Anda pasti tahu maksud saya bahwa membaca itu tidak semudah yang dibayangkan banyak orang.

Di sisi lain, Sastra Inggris jugalah yang membawa saya untuk membiasakan diri melihat setiap hal dari banyak perspektif. Karena faktanya, setiap hal yang ada di dunia ini bisa jadi benar dari satu sisi namun keliru dari sisi lainnya. Sebuah kebijakan publik, misalnya, bisa ditilik dari segi politis, ekonomis, psikologis, ataupun personal.

perspektif-ilustrasi-motivasi-zilbest

Dari sanalah saya tahu bahwa saya harus terus bertahan di jurusan ini dan tidak perlu berganti jurusan untuk bisa belajar begitu banyak hal.

Jadi, Anda bisa mulai mengingat kembali alasan dan motivasi awal Anda memulai sebuah proses. Jika jawaban Anda tidak bisa memicu motivasi Anda, jangan takut untuk mencari alasan dan motivasi baru untuk proses yang sedang Anda jalani sekarang.

Sebelum kita lanjut ke cara kedua, saya tidak menyadari bahwa poin pertama akan jadi sepanjang ini. Jadi, seperti biasanya, saya akan melanjutkan artikel ini menjadi beberapa bagian.

Jika Anda sudah siap, mari kita melanjutkan ke Bagian Kedua.

Jakarta, 25 April 2016.

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.