Marie Curie: Wonder Woman yang sesungguhnya

Akhirnya Wonder Woman dari DC kembali beraksi dalam Live-Action (bukan kartun) 37 tahun setelah penampakannya terakhir di sebuah serial televisi (1975 – 1979), pada Batman v Superman: Dawn of Justice di tahun 2016.

Meski demikian, tahukah Anda bahwa sebenarnya dunia sudah memiliki Wonder Woman yang sesungguhnya yang lahir pada tanggal 7 November 1867. Dia adalah Marie Curie, yang lahir dengan nama asli Maria Sklodowska di kota Warsawa, ibu kota Polandia.

Apa sajakah ‘kekuatan super’ dari Marie Curie? Well, Marie Curie merupakan wanita super jenius yang tubuhnya penuh dengan radiasi radioaktif (seperti Bruce Banner alias Hulk) dengan hati yang selalu ingin menolong orang lain dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepetingan pribadi – layaknya seorang superhero.

Marie_Curie_zilbest

Marie Curie juga memiliki segudang pencapaian yang bahkan lebih spektakuler dibanding Diana of Themyscira (nama asli Wonder Woman). Marie Curie merupakan ilmuwan pertama yang melakukan riset tentang aktifitas radioaktif. Tak hanya itu, ia merupakan wanita pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan Nobel. Marie Curie juga manusia pertama yang meraih penghargaan Nobel di dua disiplin ilmu yang berbeda, Fisika dan Kimia. Masih kurang? Marie Curie juga merupakan wanita pertama yang menjadi seorang profesor, di University of Paris. Ia juga merupakan wanita pertama yang jasa-jasanya diabadikan di Panthéon, di Paris.

Tentunya, tidak seperti kebanyakan superhero dari komik, capaian dan jasa-jasa Marie Curie bukan karena keberuntungan seperti dilahirkan di sebuah planet bernama Krypton, punya orang tua milioner, digigit serangga radioaktif, ataupun hasil rekayasa genetik untuk menciptakan tentara super.

Marie Curie berhasil menorehkan namanya di sejarah ilmu pengetahuan dan sejarah manusia pada umumnya karena keinginannya yang besar untuk terus belajar dan menolak untuk menyerah meski apapun yang terjadi di hidupnya.

Meski Maria dilahirkan di keluarga kaya dan terpandang, keluarganya harus kehilangan harta dan statusnya karena perang kemerdekaan Polandia (1863 – 1865) melawan Rusia. Alhasil, Maria dan saudara-saudaranya harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Meski dengan kondisi ekonomi yang sulit dan pengaruh budaya patriakal yang masih sangat kuat kala itu, Maria tetap berkeinginan kuat untuk terus belajar.

marie-pierre-zilbest

Tahun 1891, Maria mendapatkan gelar Master (setara dengan S2 di Indonesia) di bidang Fisika. Maria kembali mendapatkan gelar yang sama di tahun 1892 untuk bidang Matematika. Setelah dikenalkan oleh kawannya, Maria pun bertemu dengan Pierre Currie, fisikawan asal Perancis.

26 Juli 1895, Maria akhirnya menikah dengan Pierre dan menjadi ‘duet maut’ sepasang ilmuwan, sekaligus salah satu pasangan paling serasi dan romantis yang pernah ada dalam sejarah – bahkan lebih serasi dan romantis ketimbang dongeng-dongeng ala Disney.

Bersama dengan suaminya tercinta dan Henri Becquerel, seorang ilmuwan yang menemukan radiasi uranium, Marie Curie mendapatkan penghargaan Nobel Fisika di tahun 1903 karena riset mereka di bidang radioaktif.

Dengan penghargaan Nobel yang diterimanya, Marie Curie mendapatkan reputasi tinggi di kalangan ilmuwan dunia. Dengan hadiah uang yang diterimanya saat meraih Nobel, Marie kembali melanjutkan risetnya.

Tahun 1906, Marie dirundung kesedihan karena suaminya meninggal akibat kecelakaan. Meski dirundung malang, Marie tidak berhenti dan mengasihani dirinya, ia tetap berjuang dan justru mengambil alih posisi suaminya dan menjadi wanita pertama yang menjadi seorang profesor di sebuah perguruan tinggi.

5 tahun kemudian, 1911, Marie kembali meraih Nobel namun kali ini di bidang Kimia, berkat penemuannya atas Radium dan Polonium. DI tahun yang sama, Marie bergabung dengan ilmuwan-ilmuwan kelas dunia seperti Albert Einstein dan Max Planck untuk mengikuti Solvay Congress untuk bidang Fisika.

Marie_Curie_-_Mobile_X-Ray-Unit--zilbest

Tahun 1914, Perang Dunia pun terjadi. Namun Marie Curie, layaknya seorang superhero, tidak tinggal diam. Ia ikut turun tangan membantu para tentara yang terluka. Marie bahkan membuat sebuah mesin X-Ray portable, yang ia beri nama “Little Curies.”

Karena risetnya yang selalu bersinggungan dengan elemen-elemen radioaktif dan juga kebiasaannya yang selalu membawa sejumlah tabung radium di kantongnya, kesehatan Marie pun terganggu. 1934, Marie pergi ke Sancellemoz Sanatorium untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya. Namun, 4 Juli 1934, Marie meninggal di tempat yang sama akibat aplastic anemia, yang dapat disebabkan oleh terlalu lama terkespos elemen radioaktif.

Meski tidak kebal peluru, bisa menghilang, ataupun bisa terbang, Marie Curie mungkin lebih layak diberi julukan superhero karena ia telah menjadi inspirasi untuk banyak orang, memberikan teladan untuk menolak mengasihani diri, berkarya demi kepentingan orang banyak, dan, yang tak kalah penting, tak mau berhenti untuk terus belajar.

So, ketika Anda ingat Wonder Woman di Dawn of Justice yang diperankan oleh Gal Gadot yang super seksi (ataupun di film lain dan di komiknya), jangan lupa dengan Marie Curie yang tak kalah ‘seksi’ dan spektakuler dengan usahanya untuk menyelamatkan dunia.

Yabes Elia
Jakarta, 25 Februari 2016.

Sumber (dan untuk bacaan lebih lanjut):

Marie Curie Biography – biography.com.

Marie Curie: Great Minds – SciShow.

Marie Curie – Biographical – nobelprize.org

Marie Curie – famousscientists.org

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.