Tentang Zilbest

Ada dua hal yang paling saya sukai di hidup ini: belajar dan game. Mungkin bagi orang-orang yang memiliki paradigma buruk tentang game, hal tersebut tidak masuk akal karena bagi mereka game itu identik dengan kemalasan dan kebodohan.

Namun faktanya, saya pribadi belajar banyak dari game. Mulai dari yang paling sederhana, saya belajar bahasa Inggris ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar dari game. Saya lahir di kota kecil bernama Purworejo, 64 KM dari Yogyakarta, dan saya lahir tahun 1985. Ketika itu, bahkan bahasa Inggris tidak diajarkan di sekolah saya. Namun saya belajar banyak sekali perbendaharaan kata-kata (vocabulary) bahasa Inggris dari game-game RPG, salah satunya Final Fantasy IV di SNES.

Tahun 2009, saat saya berusia 23 tahun, saya menjadi seorang Managing Editor di sebuah majalah nasional bernama PC Gamer, sebuah majalah waralaba yang berasal dari Inggris, juga karena saya memilih game sebagai salah satu candu hidup saya.

Dari game-lah saya belajar banyak hal mulai dari hardware komputer, bisnis, ekonomi (khususnya behaviour economics), sejarah, filsafat, dan yang lain-lainnya. Saya melihat game sebagai sebuah sarana belajar paling efektif yang pernah ditemukan di sejarah manusia. Game-lah yang membawa kembali proses belajar menjadi sebuah proses yang menyenangkan. Karena pada dasarnya, proses belajar adalah sebuah proses yang menyenangkan karena ia merupakan sebuah proses yang akan membawa kita mengenal diri kita dan dunia kita lebih baik dari sebelumnya.

Karena hal itu jugalah zilbest saya buat. Zilbest merupakan In-Game Name (IGN) yang paling sering saya gunakan saat di dalam game. Saya ingin mengajak orang-orang yang ingin belajar untuk kembali menemukan kesenangan di setiap prosesnya. Saya juga percaya betul bahwa proses belajar itu tidak dapat dibatasi oleh ruang-ruang akademis. Kita bisa belajar banyak hal dari jutaan atau milyaran hal yang kita temui sehari-hari.

Akhirnya, bagi saya, definisi belajar bukanlah sebatas aktifitas fisik di meja belajar ataupun di kelas, namun belajar adalah sebuah pengkondisian pikiran untuk konsentrasi penuh memahami hidup dan segala macam aspek di dalamnya, terlepas dari apapun aktifitas fisik yang sedang kita kerjakan, baik itu bermain game, menonton YouTube, utak-atik hardware, membaca buku, berbincang-bincang dengan kawan-kawan di manapun kita berada: di warung kopi, di dalam kelas, di dalam bioskop, ataupun malah di kamar mandi…

Jadi, mari belajar bersama-sama karena belajar itu menyenangkan…!

Yabes Elia

Penulis