Menjadi pemilik sekaligus pengguna aktif di media sosial Twitter ternyata merupakan hal yang tidak mudah bagi Elon Musk. Meskipun di awal terus menyuarakan “kebebasan berpendapat”. Namun akhirnya Elon tetap harus menjadi pemimpin bertangan besi dengan menghukum para jurnalis di Twitter.
Dalam berita yang dikabarkan The Verge, tercatat setidaknya ada sembilan akun dari berbagai jurnalis yang aktif di Twitter terkena penghukuman ban masal pada Kamis malam lalu. Twitter memang tidak menginformasikan alasan hukuman tersebut tapi besar kemungkinan hal tersebut dikarenakan cuitan kontroversial dari para jurnalis sebelumnya.
Tidak tanggung-tanggung, jurnalis-jurnalis yang masuk daftar hitam Twitter tersebut berasal dari media ternama seperti The New York Times, CNN, The Washington Post, Mashable, dll. Namun kesamaannya, semua jurnalis tersebut sebelumnya membicarakan tentang akun @ElonJet.
ElonJet merupakan akun yang secara spesifik terus melacak pergerakan pesawat jet pribadi milik Elon Musk secara real-time. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Elon akhirnya melakukan hukuman “permanent suspensions” bagi siapapun yang masih membagikan informasi tersebut.
Here is Elon’s full appearance in @katienotopoulos’ spaces with banned journalists tonight pic.twitter.com/1xPFtrVjf6
— Brennan Murphy (@brenonade) December 16, 2022
Uniknya, meskipun telah mendapat ban tetapi akun para jurnalis ini masih dapat digunakan untuk mengakses chat audio Twitter Spaces. Maka dari itu para jurnalis dan juga pemilik akun ElonJet berkumpul di sana. Bahkan Elon Musk pun ikut masuk untuk menjelaskan langkah radikalnya tersebut.
Elon menjelaskan bahwa dirinya tidak mentolerir usaha untuk membocorkan data pribadi seseorang atau doxing. Dirinya pun tidak mengecualikan siapapun termasuk para jurnalis yang kedapatan membagikan informasi pribadi, terutama milik Elon Musk.
“Anda melakukan dox (membocorkan informasi), Anda akan mendapat hukuman, selesai,” tutup bos Tesla tersebut menyudahi penjelasannya di Twitter Space terhadap awak media lainnya. Setelah itu Elon Musk langsung keluar dari Twitter Space tersebut.
Accounts engaged in doxxing receive a temporary 7 day suspension
— Elon Musk (@elonmusk) December 16, 2022
Pihak keamanan Twitter pun bahkan menghubungi The Verge untuk menjelaskan bahwa mereka kini menerapkan peraturan baru yang akan melarang pembagian “informasi lokasi real-time, termasuk informasi yang dibagikan langsung ke Twitter maupun yang disambungkan lewat tautan pihak ketiga.”
Meskipun pada awalnya, “permanent suspensions” terlihat jelas dijatuhkan pada para jurnalis di Twitter yang bersinggungan dengan kasus ElonJet, namun kini hal tersebut juga dapat terjadi pada para pengguna lain yang dianggap melanggar peraturan baru Twitter tersebut.
Penetapan aturan baru Twitter ini menjadi spotlight bagi Elon Musk sebagai pemilik Twitter. Sejak awal tahun, drama Elon Musk dan Twitter memang terus meramaikan jagat maya. Dan kelihatannya hukuman pada para pengguna Twitter ini bukan akhir dari cerita keduanya.
