Riset Ini Membuktikan Terdapat Perbedaan Pada Gaya Bicara Laki-laki dan Perempuan

Gaya Bicara Laki-laki dan Perempuan

Riset membuktikan adanya perbedaan di gaya bicara laki-laki dan perempuan. Katanya, laki-laki berbicara secara ‘lebih abstrak’. Apa benar?

Sebelum ini, kami telah membahas tentang gaya bicara yang dapat membuat Anda terlihat sebagai pemimpin yang kuat. Bersumber dari Harvard Business Review, ternyata riset yang mereka lakukan itu juga membahas satu topik menarik lainnya. Riset tersebut¬†membuktikan bahwa gaya berbicara pria dan wanita ternyata memiliki sebuah perbedaan, yaitu pria berbicara dengan “lebih abstrak” dari wanita.

Lebih tepatnya, riset ini mengatakan bahwa pria lebih sering berkomunikasi menggunakan kata-kata abstrak, sedangkan wanita cenderung menggunakan kata-kata yang lebih konkret. Yang artinya, dalam beberapa konteks, cara berkomunikasi wanita terkadang membuat mereka “kurang terlihat sebagai pemimpin” jika dikaitkan dengan artikel satu ini.

Tim dari Harvard Business Review menuntaskan riset ini dengan database berisi lebih dari 40 ribu kata yang dapat menilai kekonkretan kata-kata Bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga memanfaatkan model linguistik yang mendefinisikan keabstrakan relatif dari berbagai jenis kata (contohnya; kata sifat cenderung lebih abstrak dari kata kerja).

Dengan kedua media tersebut, mereka mengukur keabstrakan bahasa pada berbagai latar — seperti kata-kata yang diucapkan pada lantai kongres AS dari tahun 2001 hingga 2017, 600 ribu lebih unggahan blog dari blogger.com dari tahun 2004, serta data eksperimen dari mahasiswa sarjana. Dan hasilnya, mereka secara konsisten menemukan bahwa pria lebih cenderung menggunakan bahasa yang lebih abstrak, sementara wanita menulis dan berbicara lebih konkret.

Tidak hanya itu, mereka juga menganalisis pola bicara pengusaha baru yang sedang menawarkan bisnis mereka pada para investor. Melalui pidato mereka, tim HBR menyimpulkan kembali bahwa pengusaha laki-laki cenderung berbicara atau berbahasa lebih abstrak. Sedangkan perempuan menjelaskan tentang tindakan dan rencana bagaimana mereka akan membangun bisnis mereka secara spesifik.

Image Credit: Los Angeles Times

Perbedaan gaya bicara laki-laki dan perempuan kembali terbukti pada pidato yang dilakukan oleh Presiden AS, Joe Biden, dan Amy Klobuchar, selaku Anggota Dewan AS, di debat capres pada 14 Januari 2020 lalu. Di pidatonya, Presiden Joe Biden menggunakan bahasa yang luas dan abstrak yang menekankan pandangannya tentang masalah-masalah yang besar, seperti “memulihkan jiwa Amerika” dan “memimpin dengan memberi contoh, bukan dengan kekuasaan.”

Sedangkan, Amy Klobuchar menggunakan bahasa yang rinci konkret yang berfokus pada isu-isu spesifik seperti perawatan kesehatan dan sekolah. Selain itu, ia juga menekankan tentang rekornya dalam memenangkan pemilihan dan mengesahkan undang-undang.

“Ini tentang sekolahmu. Ini tentang hidupmu dan masa depanmu. Jadi, jika Anda ingin melakukan sesuatu tentang keadilan ras, reformasi imigrasi, perubahan iklim, serta keamanan senjata, kami membutuhkan kandidat (presiden) yang benar-benar akan merangkul orang-orang bersamanya.”

Thio Sean

Thio Sean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.