PC Part Guide #2: CPU, Memori, Storage

Artikel ini merupakan lanjutan dari PC part Guide #1. Silahkan membaca bagian pertama lebih dahulu sebelum beranjak ke paragraf selanjutnya. Jika Anda sudah membaca bagian pertama, mari kita lanjutkan…

 

Tier 3

Prosesor (CPU)

Jika hanya berbicara soal fungsinya semata, prosesor mungkin memang seharusnya dimasukkan ke dalam kategori Tier 1. Meski demikian, kita sebagai konsumen jauh lebih mudah memilih prosesor ketimbang motherboard, karena hanya ada 2 pilihan brand dan keduanya sama-sama brand yang sangat peduli dengan kualitas produk mereka: AMD dan Intel.

Selain itu, seri prosesor baru apapun yang Anda pilih (kecuali Anda berencana membeli procie 2nd yang dirilis bertahun-tahun yang lalu), kecil kemungkinannya prosesor Anda tidak kuat menjalankan aplikasi-aplikasi standar: multimedia dan office.

Apalagi jika berbicara soal kebutuhan gaming, Anda mungkin tidak akan membutuhkan procie seharga Rp 5 jutaan untuk mendapatkan framerate mulus 60fps.

amd-vs-intel-memilih-komponen-pc-zilbest

Lalu bagaimana dengan perbedaan antara AMD vs Intel? Well, dari pengalaman saya bekerja di sebuah media yang berkutat dengan game dan hardware selama 5 tahun, Intel, biasanya, memang menawarkan performa per-core yang lebih efektif ketimbang AMD namun PC berbasis Intel biasanya dibanderol dengan harga yang relatif lebih tinggi – bahkan harga motherboard Intel pun seringnya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi ketimbang mobo AMD.

Jadi perumpamaannya seperti ini: jika Anda memilih AMD, Anda seperti memperkerjakan 8 orang pekerja lulusan S1. Sedangkan untuk Intel, dengan harga yang sama, Anda hanya bisa memperkerjakan 4 orang pekerja lulusan S2.

cpu-memilih-komponen-pc-zilbest

Teorinya, lulusan S2 idealnya lebih pintar dari S1. Jadi, dengan budget yang sama, AMD lebih cocok mengerjakan banyak pekerjaan namun tidak terlalu sulit – beban kerja komputasi yang lebih membutuhkan CPU dengan jumlah core banyak. Sedangkan Intel, karena memiliki performa per-core yang lebih efisien, lebih pas untuk mengerjakan pekerjaan sulit namun tidak terlalu banyak (well, sebenarnya bisa saja namun hal tersebut berarti anggaran Anda untuk membeli CPU dan mobo akan membengkak 2x lipat).

Disclaimer: Seperti antara lulusan S1 dan S2 di dunia nyata, fakta yang terjadi di lapangan seringkali memang tidak sesuai dengan teorinya. Demikian juga dengan Intel dan AMD. Kenyataannya, real-world performance dari CPU Anda tidak selalu bisa ditentukan dari spesifikasi ataupun hasil benchmark. User behavior juga turut berpengaruh besar dalam menentukan keseluruhan performa PC Anda.

Karena itu, bagi saya pribadi, akhirnya saya serahkan sepenuhnya ke Anda untuk prosesor yang ingin dibeli. Kecuali Anda terlalu brutal saat belajar overclocking, kemungkinan besar procie Anda masih tetap akan bertahan sampai Anda bosan sendiri dan ingin mengupgrade-nya. Toh, yang pasti, Anda tidak akan salah pilih brand abal-abal ketika membeli.

ram-32gb-memilih-komponen-pc-zilbest

 

Memori (RAM)

Memilih memori juga sebenarnya tidak sesulit menentukan motherboard ataupun PSU. Umm, mungkin memang sulit, tapi setidaknya resikonya tidak sebesar ketika salah memilih 2 komponen yang saya taruh di Tier 1 tadi.

Pasalnya, memori apapun yang Anda gunakan, kecil sekali kemungkinannya Anda akan mengganti memori tersebut karena mati total dan tidak dapat digunakan. Kasus permasalahan memori yang tidak berfungsi sangat jarang sekali ditemukan. Biasanya, masalah RAM hanyalah di kesalahan konfigurasi saja – bukan kepingan RAM-nya yang bermasalah.

Lalu apa bedanya memori murah dan yang mahal? Well, kalau dari urusan performa, keduanya memang bisa berbeda jauh. Ruang untuk overclocking antar satu seri memori dengan yang lainnya sangat berbeda-beda. Memori yang dibanderol dengan harga yang lebih mahal juga biasanya sudah dilengkapi dengan pendingin yang cukup efektif menahan panas. Sedangkan memori murah biasanya dibiarkan ‘telanjang’.

corsair-dominator-memilih-komponen-pc-zilbest

Anda bisa cari tahu lebih banyak mengenai performa memori yang lebih mendetil di banyak situs hardware. Pasalnya, terus terang saja, saya tidak terlalu percaya diri berbicara terlalu mendetil mengenai memori. Mungkin di lain waktu, saya akan mengajak teman saya yang jauh lebih expert soal memori untuk berbagi ilmunya dengan Anda.

Namun satu hal yang pasti, jika Anda ingin menghemat anggaran, memori bisa jadi salah komponen yang bisa dikompromikan. Anda hanya perlu memastikan kapasitas dan jenis memori yang ingin Anda beli, misalnya DDR3 2x2GB.

Kebutuhan memori sampai hari ini juga tidak terlalu besar yakni sekitar 4-8 GB untuk penggunaan sehari-hari ataupun gaming budget. Kecuali Anda berkutat sehari-hari dengan aplikasi-aplikasi profesional kelas berat macam AutoCAD, Adobe Premiere, Photoshop untuk gambar-gambar dengan resolusi di atas 5MP, RAM 8GB sudah jauh lebih dari cukup untuk Anda.

 

HDD-SSD-memilih-komponen-pc-zilbest

 

Hardisk (Storage)

Saya percaya storage juga merupakan salah satu komponen yang bisa dikompromikan jika Anda bermasalah dengan anggaran. Pasalnya, Anda bisa cari tahu sendiri jika tidak percaya, HDD merupakan salah satu komponen yang paling mudah rusak dari keseluruhan jeroan PC Anda, terlepas dari apapun merk HDD yang Anda gunakan. Saya sendiri sudah mengalami kerusakan HDD dari berbagai merk yang berbeda-beda.

Jadi, pastikan saja kapasitas HDD yang Anda beli cukup untuk menampung semua koleksi file multimedia dan game Anda. Terlepas dari itu, Anda tak perlu pusing dengan merk ataupun fitur-fitur lainnya.

Sebaliknya, jika Anda punya cukup dana, Anda mungkin perlu membeli sebuah SSD dan HDD sebagai kombinasi harga / performa yang paling ideal untuk saat ini. Pasalnya, harga per-1GB dari SSD masih sekitar 8-9x lebih mahal dari HDD. Jadi, hanya gunakan SSD untuk sistem (atau drive C:) dan game, kemudian gunakan HDD untuk sisanya, untuk menampung koleksi film, lagu dan lain-lainnya.

Sebelum Anda bosan atau mata pegal-pegal, ada baiknya pembahasan selanjutnya saya lanjutkan di artikel yang berbeda di lain kesempatan. Jadi, jika Anda sudah siap untuk cari tahu komponen di Tier 4, Anda bisa mengunjungi PC Part Guide #3.

 

Jakarta, 10 April 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.