Dehya, Karakter Genshin Impact yang Dirundung Masalah

Genshin Impact baru saja merilis sebuah karakter baru yang bernama Dehya. Ia merupakan karakter bintang 5 Pyro terbaru yang diceritakan sebagai tentara bayaran terkuat di daerah padang gurun Sumeru. Elemen Pyro identik dengan reaksinya yang kuat, sehingga Dehya diharapkan menjadi salah satu karakter kuat yang akan melengkapi roster karakter Pyro. Namun ketika ia resmi dirilis, banyak pemain yang kecewa dan terheran-heran karena banyaknya masalah Dehya yang ditemukan.

Peran Karakter

Dehya dideskripsikan sebagai karakter defensif oleh HoYoverse, sehingga damage bukanlah acuan terpenting bagi dirinya. Ia mampu mengurangi dan mengalokasikan damage yang diterima karakter aktif kepada dirinya. Sejujurnya, konsep ini sangat unik dan belum dimiliki oleh karakter yang sudah terlebih dahulu dirilis di Genshin Impact. Hanya saja, ide sebaik apapun akan kacau jika tidak diimbangin dengan eksekusi yang tepat.

Di Genshin Impact, karakter defensif masuk ke dalam 2 tipe, yaitu shielder dan healer. Keduanya berfungsi untuk mencegah karakter mati dengan caranya masing-masing. Shielder akan membuat “spons” untuk menyerap damage masuk untuk melindungi karakter aktif, sedangkan healer akan memulihkan HP karakter yang berkurang. Sebagai ilustrasi, Anda bisa cek video di bawah ini:

Di masa lalu, HoYoverse sebenarnya sudah pernah berupaya untuk mengurangi penggunaan shield dengan memasukkan efek corrosion. Debuff tersebut akan  memberikan damage berkala untuk kepada 1 tim dan akan menembus shield. Serangan tersebut dimiliki musuh-musuh seperti Rifthound dan Golden Wolflord. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak pemakaian karakter-karakter healer (contohnya ketika Kokomi dirilis), yang pada saat itu sangat diabaikan karena adanya karakter shielder. 

Kini, dua tipe karakter defensif tersebut menjadi lebih setara, berkat hadirnya elemen Dendro yang bisa memberikan self-damage kepada karakter aktif dari reaksi tertentu. Sebagai informasi, efek corrosion tadi tidak dapat ditahan oleh pengurangan damage Dehya, sehingga performanya tentu lebih buruk dibandingkan dengan karakter shielder ketika melawan efek corrosion.

Dari penjelasan singkat di atas, konsep pertahanan yang ia miliki saat ini tidak bisa melindungi karakter aktif seutuhnya. Pada suatu titik, karakter tersebut bisa mati tanpa adanya pemulihan. Dehya memang bisa memulihkan dirinya sendiri melalui talenta pasifnya, namun akan lebih baik jika ia bisa memulihkan karakter lain juga.

Lalu bagaimana jika membawa 2 karakter defensif? Sebenarnya bisa-bisa saja, namun bukankah hal ini malah akan menihilkan fungsi Dehya sebagai karakter pertahanan? Karakter defensif biasanya memiliki utility lain selain melindungi tim, contohnya seperti Bennett dengan ATK buff dan battery-nya, atau Zhongli dengan Universal RES Shred-nya.

Terlepas dari itu, solusi tersebut sebenarnya juga tidak disarankan, karena sebuah komposisi tim yang ideal pada umumnya hanya menggunakan 1 karakter defensif saja. Hal ini disebabkan karena tantangan tersulit di Genshin Impact yang bersifat time attack, yang memaksa pemain untuk mengalahkan musuh dalam waktu yang ditentukan, sehingga cara yang paling efektif adalah dengan mengeluarkan damage sebanyak-banyaknya dari kombinasi 4 karakter yang dibawa ke Spiral Abyss.

Sebenarnya pemain bisa saja menaklukan Spiral Abyss tanpa menggunakan karakter defensif, namun hal tersebut membutuhkan kemampuan pemain dalam bermain, mengeksekusi kombo dengan sempurna, sambil menghindari serangan yang fatal.

Semua masalah Dehya yang dijabarkan di atas masih sebatas peran Dehya secara konsep. Mari kita masuk ke permasalahan praktis yang terdapat pada Elemental Skill, Elemental Burst, dan mekanik-mekanik aneh lainnya.

Elemental Skill

Ketika diaktifkan, Elemental Skill-nya akan menciptakan sebuah lingkaran. Jika musuh yang berada di dalam area tersebut terkena damage, maka musuh itu akan mendapatkan serangan coordinated attack bertipe Pyro DMG. Ketika karakter aktif yang berada di area tersebut menerima damage, damage tersebut akan dikurangi, lalu dibagi ke HP Dehya. Skill ini bisa diaktifkan lagi, untuk meletakkan ulang posisinya, setelah itu skill akan memasuki cooldown.

Tidak melulu masalah, Dehya memiliki satu kekuatan yang jarang dimiliki karakter non-shielder, yaitu ketahanan terhadap interupsi yang terlampau kuat, sehingga karakter aktif tidak akan terpental ketika menerima serangan apapun. Perbedaan mendasar antara ketahanan interupsi ini dengan ketahanan interupsi dari shield adalah ketahanan dari shield ditentukan berdasarkan seberapa kuat shield tersebut, sedangkan ketahanan interupsi Dehya berdasarkan cooldown. 

Dengan begitu, karakter yang berada di lingkaran tadi mampu berdiri tegap ketika menerima serangan apapun (perlu diingat bahwa ketahanan terhadap interupsi hanya berdampak pada posisi karakter dan damage akan tetap masuk seperti biasa). Contoh karakter yang membutuhkan ketahanan terhadap interupsi adalah Xiao, Cyno, Itto, Wanderer, Ganyu, dlsb.

Dengan satu kekuatan di tengah-tengah masalah Dehya, HoYoverse masih  memiliki cara untuk membatasi kekuatan tersebut. Entah mengapa, cooldown ketahanan itu tadi tidak terikat pada cooldown Elemental Skill, melainkan pada skill pasifnya. Hal ini menjadikan downtime ketahanannya ini tidak dapat dimanipulasi dengan cara lain, contohnya dengan senjata Sacrificial Greatsword atau cooldown reduction dari skill karakter lain.

Coordinated attack yang dihasilkan juga cukup payah. Selain multiplier-nya yang kecil, serangan ini hanya akan terpicu setiap 2,5 detik sekali. Walau begitu, setidaknya ada 2 tim yang secara teori bisa memanfaatkan serangan ini, yaitu Ganyu Melt dan Burgeon, dan tentunya dengan catatan dalam masing-masing tim.

Dehya di Ganyu Melt

Tim Ganyu Melt umumnya terdiri dari Ganyu, Xiangling, Bennett, dan Zhongli. Jika dimainkan dengan tepat, tim ini bisa menghasilkan damage yang sangat tinggi berkat reaksi Melt (Pyro+Cryo). Karena minimnya karakter yang bisa menghasilkan aura Pyro secara off-field, penggunaan Xiangling di tim ini mengakibatkan Ganyu harus menembak cukup dekat, serta memaksanya untuk menggunakan karakter shielder untuk menahan interupsi.

Lalu muncullah Dehya, sebuah karakter yang secara teori bisa menghasilkan aura Pyro secara off-field dan memberikan ketahanan terhadap interupsi. Dua hal ini seakan menggabungkan fungsi Xiangling dan Zhongli di tim ini ke dalam 1 karakter. Harapannya, akan ada sebuah tim Ganyu Melt yang lebih baikNamun ternyata perilisannya tidak seindah teori tersebut.

Permasalahan Dehya di Ganyu Melt adalah ia tidak bisa dengan cukup cepat menghasilkan aura Pyro, sehingga serangan Charged Attack Ganyu malah tidak bisa menghasilkan damage Melt. Hal ini malah ditunjukkan oleh HoYoverse secara terang-terangan ketika mendemokan Dehya saat livestream versi 3.5. Anda bisa lihat cuplikannya di video berikut:

Jika diperhatikan dengan seksama, serangan Charged Attack kedua Ganyu malah menghasilkan reaksi Melt untuk Dehya (seharusnya untuk Ganyu) dan pada serangan Charged Attack ketiga, coordinated attack Dehya malah tidak terpicu sama sekali akibat cooldown.

Untungnya, dengan memasukkan karakter Dendro dan memanfatkan reaksi Burning, skenario Dehya di dalam tim Ganyu Melt masih bisa diakali.

Dehya di Burgeon

“Jika multiplier-nya kecil, tinggal main Burgeon saja.”

Pernyataan tersebut benar adanya, karena damage Burgeon hanya memerlukan level dan Elemental Mastery pemicunya. Jika membahas Burgeon, maka karakter Pyro yang langsung terbersit adalah Thoma. Thoma merupakan contoh karakter yang memiliki frekuensi serangan Pyro yang pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Kelemahan Thoma hanyalah kebutuhan energi-nya yang tinggi serta penggunaan Normal Attack karakter aktif untuk memicu serangan Pyro-nya, yang membuat tim Burgeon Thoma kurang fleksibel dibandingkan tim Hyperbloom.

Sama seperti tim Ganyu Melt, serangan Pyro 2,5 detik sekali inilah yang juga menjadi kelemahan yang sangat terasa di tim ini. Jika aplikasi Hydro dan Dendro sudah bisa dilakukan cukup cepat, maka Dendro Cores yang tercipta juga semakin banyak pula. Namun, jika serangan Pyro-nya jarang dilakukan, maka frekuensi ledakan Dendro Core juga semakin jarang, yang berimbas kepada turunnya damage yang dihasilkan.

Sebagai pembanding: Dalam 5 detik, Thoma bisa memicu reaksi Burgeon sebanyak 4-5 kali sedangkan Dehya hanya 2 kali. Sangat tidak berimbang bukan?

Elemental Burst

Dari pembahasan di atas, sebenarnya belum ada pembahasan mengenai damage personal yang ia hasilkan. Memang Dehya tidak disebut sebagai karakter DPS, namun Elemental Burst-nya, konstelasinya, dan senjata signature-nya seakan memaksa Dehya untuk menjadi DPS.

Elemental Burst-nya akan membuat Dehya melakukan serangan beruntun selama 4 detik. Walaupun memiliki animasi yang gahar, namun hal tersebut tidak didukung dengan (lagi-lagi) multiplier-nya. Belum lagi ketika Dehya dalam mode ini, serangan off-field karakter lain yang terpicu melalui Normal Attack karakter lain, seperti Xingqiu, Yelan, atau Beidou, tidak terpicu sama sekali. Padahal sangat mudah bagi pengembang untuk menyelesaikan hal tersebut. Sayangnya, fakta berbakta sebaliknya, dan pemain lah yang menjadi korbannya. Hal ini menambah rentetan keanehan dan permasalahan dari Dehya.

Apakah masalahnya sudah sampai di situ? Belum. Elemental Burst Dehya membutuhkan energi yang sangat tinggi, namun tidak didukung oleh partikel energi yang dihasilkan. Partikel energi hanya akan dihasilkan ketika coordinated muncul, itupun cuma satu setiap 2,5 detik. Hal itu tidak termasuk peletakkan Elemental Skill untuk pertama kalinya ketika mengenai musuh.

Ketika Dehya masih dalam tahap beta testing, para theorycrafter sudah mewanti-wanti akan semua permasalahan dan potensi masalahnya. Walaupun mereka sudah memasang ekspektasi yang rendah, ternyata Dehya pada versi rilis mampu merontokkan ekspektasi rendah tersebut dengan penemuan-penemuan masalah baru. Dan untuk menutup semua itu, HoYoverse menyebutkan semuanya itu sebagai “Intended Gameplay”.

Contoh permasalahan baru yang baru ditemukan ketika rilis adalah ketika Dehya berada pada mode Elemental Burst. Serangan tersebut akan langsung berakhir jika pemain melakukan “jump”. Hal ini sangatlah tidak lazim dan sungguh aneh dari segi permainan, karena tombol tersebut tidak hanya digunakan untuk sekadar melompat saja. Perintah jump juga akan terhubung dengan status Freeze dan serangan Bubble dari Ley Line Disorder yang mengenai karakter aktif. Untuk keluar dari debuff tersebut, pemain harus melakukan spam tombol jump. Sungguh aneh bukan?

Ada lagi permasalahan Burst Dehya ketika melawan musuh dengan hitbox tertentu seperti Azdaha. Hal tersebut bisa dilihat dari video di atas. Atau jika musuh yang dihadapi terlalu tinggi (Ruin Guard, Ruin Grader, Ruin Drake) maka coordinated attack tidak bisa meledakkan Dendro Cores yang ada di tanah karena jarak yang terlalu jauh.

Ironinya, semua permasalahan yang telah disinggung terjadi atas “persetujuan” HoYoverse. Mengapa tidak, Dehya sudah muncul sejak versi 3.0 pada tahun 2022 lalu, dan proses desainnya pasti sudah melewati berbagai tahap, seperti karakter-karakter Sumeru lainnya. Walaupun karakter yang rilis setelah versi 3.0 memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (kecuali Nahida), namun setidaknya mereka memiliki fungsi dan peran yang jelas, dengan komposisi tim yang sinergis.

Karena itulah, mungkin saja karena kesalahan desain sedari awal dan waktu perilisan yang semakin mendekat, HoYoverse seolah-olah “membuang” Dehya yang sudah terlanjur “rusak”, dengan memutuskan untuk melempar Dehya ke banner standar. Yang artinya: Dehya tidak akan mendapatkan rerun di versi-versi selanjutnya, dan akan menjadi “hadiah hiburan” (atau kesialan tergantung cara pandang pemain) ketika kalah 50/50. Selain itu, akan sulit untuk mendapatkan konstelasi Dehya jika hanya mengandalkan banner standar, dengan rate-nya yang semakin kecil, karena dibagi dengan karakter lain (atau dengan senjata lain di banner Standar yang membutuhkan Acquaint Fate).

Sangat disayangkan karena Dehya sendiri memiliki desain, cerita, karakter, dan promosi yang sangat matang. Lihat saja video trailer-nya dan perannya di Archon Quest yang sangat berkesan. Sayangnya semuanya sia-sia dengan eksekusinya yang sangat mengecewakan. Bahkan melalui video teaser-nya saja, Dehya berhasil menggugah hati pemain untuk melakukan donasi kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan modern di Tiongkok.

Cukup pesimis untuk mengevaluasi ulang nilai Dehya di masa depan. Merilis karakter yang terkesan “tidak rampung” merupakan sebuah langkah yang sangat aneh bagi sebuah perusahaan yang sebagian besar keuntungannya dihasilkan dari berjualan karakter. Disengaja atau tidak, hanya Developer dan HoYoverse yang tahu.

Daniel Hamiaz

Daniel Hamiaz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.