Jumlah Pengguna 5G Mencapai 1 miliar pada Akhir 2022

Internet merupakan teknologi paling revolusioner yang manusia ciptakan dalam beberapa dekade terakhir ini. Akses informasi menjadi sangat cepat berkat Internet, sehingga memudahkan hampir semua aktivitas manusia di berbagai sektor. Teknologinya pun terus disempurnakan demi memfasilitasi fitur-fitur masa depan yang membutuhkannya, seperti Internet of Things (IoT). Menurut laporan Ericsson, jumlah pengguna 5G akan mencapai 1 miliar orang sebelum tahun 2022 usai.

Teknologi jaringan generasi kelima ini kian marak, karena menyediakan kecepatan hingga 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan 4G. Walaupun memiliki kelebihan yang fantastis, pengguna 4G masih memiliki angka yang masif, yaitu sekitar 5 miliar orang per tahun 2022, dan masih akan terus bertumbuh. Ericsson memprediksi pengguna 4G akan mencapai titik puncak pada akhir tahun 2022, lalu setelah itu lambat laun teknologi 5G akan mulai menggantikan standar tersebut. Terdapat beberapa faktor yang masih menjadi tantangan untuk menambah jumlah pengguna 5G, seperti biaya yang lebih tinggi, infrastruktur, hingga perlunya menggunakan gawai yang lebih mutakhir.

via: Ericsson

Mengenai biaya yang lebih tinggi, Ericsson sebenarnya juga telah merilis laporan dan data terkait. Dari operator (di wilayah Eropa Barat) yang menawarkan 5G secara global, ada biaya premium yang dibebankan hingga 25% untuk jaringan 5G – dengan harga premium rata-rata sekitar 40% lebih tinggi, dibandingkan layanan 4G mereka.

Sayangnya, tidak semua negara menetapkan kebijakan serupa. Di Amerika Serikat, operator mengklaim bahwa mereka tidak mengenakan biaya tambahan untuk koneksi premium 5G. Namun pada kenyataannya, koneksi 5G yang mereka berikan lebih lambat, dan memerlukan biaya lebih untuk mendapatkan kecepatan yang setara. Tentunya hal ini masih bisa berubah, mengingat perkembangan teknologi yang kian berkembang.

Ericsson menilai bahwa transisi ke teknologi 5G malah menjadi senjata untuk menarik pengguna, untuk meningkatkan paket internet mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Memang benar bahwa 5G akan menjadi masa depan internet, dan biaya yang lebih tinggi sepertinya akan sulit untuk terelakkan.

Sebagaimana majunya Internet, ada sejumlah dampak negatif yang bisa Internet timbulkan, apalagi di era informasi yang begitu cepat seperti sekarang ini. Bisa saja, efek-efek menakutkan dari internet berpotensi menjadi penghambat dalam kemajuan dan moral umat manusia.

Daniel Hamiaz

Daniel Hamiaz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.