PC Part Guide #3: Display, Casing, Cooler, & Gaming Equips

Akhirnya kita sampai pada bagian terakhir untuk tips memilih komponen PC. Jika Anda belum membaca bagian-bagian yang sebelumnya, Anda bisa mengintip dulu Part 1 dan Part 2. Jika sudah, mari kita bahas bersama kategori terakhir, Tier 4.

Display

Kecuali Anda adalah seorang profesional yang berurusan dengan warna setiap harinya, seperti desainer grafis, UI/UX desainer, atau yang lain-lainnya, Anda tak perlu banyak risau memikirkan monitor apa yang perlu Anda beli.

Pasalnya, semahal apapun monitor yang Anda miliki, hal tersebut tidak akan banyak memberikan signifikansi terhadap performa gaming.

Hal paling krusial dalam menentukan monitor adalah menyesuaikannya dengan kartu grafis yang Anda gunakan. Semakin kencang kartu grafis Anda, semakin besar pula resolusi monitor yang bisa Anda pilih.

display-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Rumus kasarnya adalah jika Anda masih menggunakan kartu grafis seharga Rp 1 jutaan, saran saya, jangan membeli monitor dengan native resolution 1920×1080 alias Full HD jika gaming adalah tujuan utama Anda. Pasalnya, kartu grafis dengan harga Rp 1 jutaan tadi, kemungkinan besar tidak akan memberikan framerate mulus di resolusi Full HD dengan setting grafis yang acceptable.

Tentu saja, jika Anda rela, Anda bisa menurunkan sekian banyak settingan dan resolusi game agar mendapatkan framerate mulus 50 fps ke atas namun, saya lebih merekomendasikan monitor dengan resolusi natif di 1600×900.

Ingat, bukan besaran dimensi monitor yang perlu diperhatikan jika ingin memperhatikan masalah performa. Native Resolution adalah spesifikasi yang perlu Anda cari tahu.

Jika Anda ingin menggunakan monitor 1920×1080, minimal Anda harus mencari kartu grafis dengan harga Rp 2 jutaan. Itupun, kemungkinan besar, Anda akan mendapatkan framerate di game rata-rata 40 fps dengan setting default – tanpa kutak katik setting grafis.

resolusi-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Lalu bagaimana dengan besaran dimensi monitor? Seberapa besarkah ukuran yang ideal?

Bagi saya pribadi, ukuran monitor paling ideal untuk bermain game dan sebagian besar fungsi PC adalah 23-24 inci.

Ukuran monitor yang lebih besar tidak selalu berarti lebih baik. Karena asumsi saya, idealnya, bermain game di PC itu menggunakan mouse dan keyboard. Hal ini berarti Anda akan duduk tidak terlalu jauh dari layar monitor – jauh berbeda dibanding dengan jika Anda bermain di konsol yang bisa duduk jauh dari layar TV.

Pasalnya, saya pernah bermain game FPS dengan monitor 27 inci dan rasanya lebih cepat pusing dan bahkan ingin muntah. Padahal saya bisa saja bermain game dari pagi hingga pagi lagi dengan monitor 24 inci.

Kemungkinan besar, hal ini disebabkan karena, di game FPS, mata Anda akan bergerak lebih jauh dan lebih cepat untuk melihat antara titik-titik terjauh monitor Anda.

Namun jika Anda memang tidak suka game FPS dan tidak akan bermain game FPS selamanya, Anda mungkin tetap bisa bermain menggunakan monitor 27 inci.

casing-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Casing

Casing atau chassis saya masukkan ke dalam Tier 4 ini karena fungsinya.

Pertama, casing memang berpengaruh mempengaruhi ambience temperature keseluruhan komponen PC Anda. Namun cooling dapat memberikan efek yang lebih signifikan dengan harga yang lebih murah.

Produk casing yang benar-benar memperhitungkan air flow biasanya dibanderol dengan harga Rp 1 juta ke atas. Sedangkan air cooler dengan harga Rp 500 ribuan saja sudah bisa menekan suhu komponen Anda dengan lebih efektif.

Memang, fungsi casing tidak hanya untuk memberikan ambience temperature yang lebih baik saja. Salah satu fungsinya juga adalah untuk placement management yang di dalamnya termasuk cable management.

Cable management mungkin memang tidak akan terlalu krusial untuk sebagian besar pengguna. Namun placement management komponen lain bisa jadi sangat signifikan.

kabel-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih casing adalah ukuran kartu grafis terbesar yang mampu ditampungnya.

Sayangnya, hal yang ironis ini sering terjadi: banyak orang rela membeli kartu grafis seharga Rp 3 jutaan namun hanya mau mengeluarkan dana Rp 300 ribuan untuk casing. Hasilnya, kartu grafis Anda mungkin tidak akan muat dipasang di casing imut-imut.

Idealnya, jika Anda memiliki kartu grafis kelas mainstream ke atas, saya menyarankan untuk membeli casing berukuran Full Tower, minimal. Ingat Full Tower, bukan Mid-Tower, atau malah casing abal-abal yang ukurannya tidak standar.

Pasalnya, casing Full Tower kemungkinan besar akan mampu menampung kartu grafis high-end Anda yang berukuran bongsor.

Sebaliknya, jika Anda masih pakai kartu grafis Rp 1 jutaan, ada baiknya, Anda tak perlu boros di casing.

Placement management di casing ini juga meliputi kemudahan instalasi komponen. Casing murahan biasanya akan menyulitkan Anda saat ingin memasang komponen karena ukurannya yang terlalu kecil.

Namun, kecuali Anda seorang reviewer hardware, kemungkinan besar Anda bongkar pasang PC tiap hari mungkin nyaris 0%.

cooler-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Cooling

Cooling atau pendingin sebenarnya bisa ikut menentukan performa dan durabilitas PC Anda.

Pasalnya, hardware-hardware modern sekarang ini biasanya memiliki pengaman (fail-safe) yang akan menurunkan performanya ketika suhunya menyentuh titik tertentu. Jadi, dengan cooling yang baik, bisa dipastikan, hardware Anda tidak akan menyentuh titik fail-safe tadi.

Namun demikian, saya tahu harga cooling mungkin terlalu mahal untuk sebagian besar pengguna.

Jadi, jika Anda pengguna biasa, yang tidak ingin belajar atau main-main overclocking, stock cooling bawaan procie ataupun kartu grafis, sebenarnya sudah lebih dari cukup. Apalagi jika Anda menaruh PC Anda di ruangan ber-AC.

Jika Anda ingin sedikit-sedikit belajar overclocking ataupun menerapkan overclocking harian, seperti saya (sekitar 1GHz lebih tinggi dari default clock), idealnya Anda membutuhkan CPU cooler di kisaran harga Rp 500 ribuan ke atas.

ln2-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Namun demikian, jika budget Anda memang mempet, tak ada salahnya juga bermain overclocking dengan stock cooling (bawaan). Selama Anda tidak bermain-main dengan voltase CPU ataupun GPU, Anda bisa cukup aman overclocking dengan stock cooling.

Anda hanya perlu memperhatikan suhu komponen yang di-overclock ketika idle ataupun full-load. Jika suhunya sudah mencapai 90 derajat Celcius pada kondisi full-load, Anda mungkin harus menurunkan frekuensi / multiplier CPU Anda.

Lain kali, kita akan sedikit-sedikit belajar overclocking karena hal ini bisa cukup panjang untuk dibahas. Namun begitu, overclocking merupakan cara paling ekonomis untuk meningkatkan performa PC gaming Anda.

Terakhir, jika Anda ingin ikut-ikutan kompetisi overclocking, mungkin ada baiknya Anda investasi ke cooler-cooler premium di atas Rp 1 jutaan, atau malah lebih baik investasi ke sistem cooling LN2.

gaming-headset-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Gaming Equip

Di kategori gaming equip ini, ada 3 peripheral yang ingin saya bahas: mouse, keyboard, dan headset.

Untuk tips memilih gaming mouse yang cukup detil, Anda bisa membaca tulisan saya di situs Team nxl> karena, bagi saya, mouse merupakan kontrol terpenting untuk gaming. Jadi, ada baiknya jika Anda tidak mendapat informasi sepotong demi sepotong.

Sedangkan untuk gaming keyboard dan gaming headset, well, sebenarnya juga ada banyak hal yang bisa dibahas di sini. Mungkin di lain waktu, saya akan menuliskan yang lebih detil mengenai gaming keyboard dan headset.

Karena, jujur saja, saya jauh lebih percaya diri membahas masalah gaming peripheral ketimbang jeroan PC karena memang PC gaming adalah fokus utama saya selama bertahun-tahun.

Saya juga jujur saja sedikit malu dengan teman-teman overclocker yang jauh lebih paham mengenai jeroan-jeroan PC. Lain waktu, saya akan mengajak kawan-kawan saya dari komunitas overclocker untuk berbagi banyak ilmunya di sini.

Sebaliknya, untuk gaming peripheral, saya berani diadu mengenai pengetahuan ini jika dibandingkan dengan yang lain… Nyahahaha…! Peace… ^,^

gaming mouse-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Sebelum saya membahas mengenai gaming peripheral lebih detil satu per satu, pada dasarnya, memilih gaming peripheral itu ada 3 aspek yang perlu diperhatikan, fitur, durabilitas, dan kenyamanan (comfortability).

Fitur merupakan aspek yang paling mudah dicari tahu karena biasanya website resmi tiap-tiap produk menuliskan fitur lengkapnya – kecuali merek abal-abal yang seringnya update website hanya setahun sekali.

Aspek kenyamanan ini mungkin berada di tengah-tengah dalam hal tingkat kesulitannya. Pasalnya, hal yang harus Anda lakukan untuk memastikan kenyamanan sebuah produk gaming peripheral adalah dengan mencobanya sendiri – karena tiap-tiap orang memiliki bentuk dan ukuran fisik yang berbeda-beda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencoba gaming peripheral sebenarnya namun kita akan bahas di lain kesempatan, atau Anda bisa membaca artikel saya di website Team nxl> tadi untuk sejumlah caranya.

gaming-mouse2-memilih-komponen-pc-3-zilbest

Terakhir, aspek durabilitas juga tidak kalah penting namun juga, di satu sisi, merupakan aspek yang paling sulit untuk dibuktikan atau dicari tahu.

Pasalnya, jika Anda membaca review-review gaming peripheral, kemungkinan besar mereka hanya akan mencoba menggunakannya, paling mentok, dalam hitungan bulan – tak jarang juga yang hanya dicoba dalam hitungan hari atau minggu. Sedangkan idealnya, gaming peripheral harus dapat bertahan dalam hitungan tahun.

Jadi, bagaimana Anda bisa cari tahu durabilitas dari sebuah produk? Well, salah satu caranya adalah dengan memperhatikan brand dari tiap produk, cari tahu di forum-forum di dunia maya, ataupun, jalan terakhir adalah mencobanya sendiri dengan membeli produk tersebut. Saya akan bahas aspek ini lebih mendalam di lain waktu karena artikel ini ternyata sudah terlalu panjang.

Akhirnya, tiga seri artikel ini merupakan panduan dasar saja. Anda bisa cari tahu lebih jauh mengenai detil-detilnya di situs-situs yang khusus membahas soal hardware PC.

Namun, paling tidak, tujuan saya dari menulis 3 artikel ini adalah Anda memiliki pengetahuan dasar yang bisa Anda jadikan acuan ketika memilih komponen PC karena iklan ataupun para penjual di toko komputer, biasanya, tidak akan sejujur saya dalam berbagi informasi :v

Cheers…!

Jakarta, 19 April 2016

Yabes Elia

Yabes Elia

Have been playing around in the gaming industry since December 2008. A true believer of Johan Huizinga's saying, "let my playing be my learning". That's why I'm living my games and playing with life.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.